logo alinea.id logo alinea.id

IMF peringatkan meningkatnya ancaman terhadap ekonomi dunia

Meski bank jauh lebih aman daripada 2008, namun sebenarnya ada risiko baru yang harus diwaspadai

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 11 Okt 2018 14:29 WIB
IMF peringatkan meningkatnya ancaman terhadap ekonomi dunia

Dalam laporan IMF bertemakan Global Financial Stability memperingatkan meningkatnya ancaman terhadap ekonomi dunia. 

Di laporan itu, IMF menjelaskan, meski perbankan jauh lebih aman daripada 2008, namun sebenarnya ada risiko baru yang harus diwaspadai. Diantaranya, ketegangan perang dagang yang sedang intensif, juga meningkatnya ketidaksetaraan. 

"Perang dagang dapat secara signfikan merugikan pertumbuhan global. Ancaman lain seperti Brexit yang tidak teratur, juga bisa mempengaruhi sentimen pasar," ungkap IMF seperti dikuti dalam laporannya. 

Selama enam bulan terakhir, kata IMF, kondisi keuangan global telah sedikit diperketat dan perbedaan antara ekonomi pasar maju dan berkembang telah tumbuh. 

"Namun kondisi keuangan di negara maju tetap akomodatif, khususnya di Amerika Serikat. Tingkat suku bunga masih rendah, berbagai macam risiko, dan valuasi aset meningkat di pasar," jelas IMF. 

Sementara negara lawan dagang AS, yakni China dinilai IMF masih tetap stabil. Pemerintahannya telah mengurangi kebijakan moneter untuk mengimbangi tekanan eksternal dan dampak regulasi keuangan yang lebih ketat. 

Sebaliknya, kondisi keuangan di sebagaian besar negara berkembang telah semakin ketat sejak pertengahan April. Didorong oleh biaya pembiayaan eksternal yang lebih tinggi dan meningkatnya ketegangan perdagangan. 

"Meksipun fundamental membaik selama beberapa tahun terkahir. Ekonomi pasar yang sedang tumbuh tetap rentan terhadap spillovers dari normalisasi kebijakan moneter di negara maju," papar IMF. 

Sponsored

Sehingga, meningkatnya suku bunga AS dan dollar yang lebih kuat, serta intensifikasi ketegangan perdagangan, sejumlah ekonomi di pasar negara berkembang, justru mengalami perbaikan dalam aliran portofolio. 

Tapi dengan catatan, ada risiko global yang melimpah. Apalagi tekanan pasar masih terkonsentrasi di negara-negara dengan ketidakseimbangan eksternal yang besar dan kerangka kebijakan lemah. 

"Ketidakpastian politik dan kebijakan dapat berdampak negatif terhadap sentimen pasar dan mengarah ke lonjakan risiko," imbau IMF. 

Imbauan IMF untuk Bank Sentral

Masih kata IMF, bank-bank sentral dapat meningkatkan laju normalisasi kebijakan moneter yang dapat menyebabkan pengetatan secara tiba-tiba, di tengah kondisi global. 

Sejumlah kerentanan yang telah dibangun selama bertahun-tahun dapat terpapar oleh pengetatan kondisi keuangan yang tiba-tiba dan tajam. 

"Bank Sentral telah meningkatkan penyangga modal dan likuiditas sejak krisis. Tetapi mereka tetap dihadapkan pada perusahaan, rumah tangga, dan penguasa," jelas IMF. 

Pinjaman luar negeri terus meningkat di sebagian besar negara berkembang yang sedang tumbuh. 

Hal ini menimbulkan tantangan bagi negara-negara yang menghadapi risiko pembiayaan eksternal dan guncangan perdagangan. Tetapi tidak memiliki cadangan cadangan yang memadai atau basis investor domestik yang kuat untuk meredam dampak guncangan eksternal. 

"Mengingat lingkungan eksternal yang menantang, pembuat kebijakan di negara-negara ekonomi berkembang harus siap untuk tekanan modal keluar lebih lanjut," pesan IMF.