sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indef sebut desain RAPBN 2021 jadi anomali hadapi krisis Covid-19

Besarnya anggaran infrastruktur tersebut tidak signifikan dengan dampak yang diberikan ke pertumbuhan ekonomi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 08 Sep 2020 12:14 WIB
Indef sebut desain RAPBN 2021 jadi anomali hadapi krisis Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, desain Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara (RAPBN) 2021 tidak kokoh. Menurut Indef, RAPBN 2021 meninggalkan pendekatan demand side.

Ekonom Senior Indef Didin Damanhuri mengatakan, RAPBN 2021 agak aneh karena anggaran untuk infrastruktur naik secara tajam. Dari Rp281,1 triliun pada 2020 menjadi Rp414 triliun pada 2021. Menurutnya, hal ini menjadi anomali dalam menghadapi krisis Covid-19.

"Ini adalah anomali dari penyusun fiskal di Kementerian Keuangan dengan panglimanya Sri Mulyani dan tim. Mengapa tiba-tiba infrastruktur yang sangat padat modal, naiknya luar biasa dan tertinggi sepanjang sejarah?" kata Didin dalam webinar Indef, Selasa (8/9).

Besarnya anggaran infrastruktur tersebut tidak signifikan dengan dampak yang diberikan ke pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, mengurangi pengangguran, dan mengurangi kesenjangan.

Sponsored

Keanehan berikutnya menurutnya adalah anggaran keamanan dan ketertiban yang juga naik menjadi Rp165 triliun dan anggaran untuk Polri yang menjadi Rp112 triliun, bersamaan dengan anggaran pertahanan yang naik menjadi Rp137 triliun. Dia mempertanyakan skenario di balik kenaikan anggaran keamanan dan ketertiban tersebut.

Melihat dua pos anggaran tersebut, Didin menyimpulkan jika desain RAPBN 2021 ini tidak kokoh dan tidak memiliki desain yang jelas dan fokus mengatasi Covid-19 dan ikutannya berupa ancaman resesi.

"Pendekatannya tidak jelas, tidak lagi demand side. Supply side juga tidak. Kenaikan anggaran infrastruktur pertahanan, keamanan dan ketertiban ini apa? Enggak jelas desain RAPBN 2021 ini," tuturnya. 

Berita Lainnya