sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia masih jauh dari kategori negara berpendapatan tinggi

Indonesia belum mampu menjadi negara high level income.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 07 Feb 2019 18:35 WIB
Indonesia masih jauh dari kategori negara berpendapatan tinggi

Indonesia belum mampu menjadi negara high level income dengan pendapatan per kapita rata-rata US$10.000 per tahun. Sebab, untuk masuk ke level itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia harus tumbuh 7,5% per tahun hingga 2030.

“Ini bukan pekerjaan kecil, banyak sekali tantangan dalam konteks mendorong perekonomian Indonesia untuk naik kelas," ujar Ekonom Senior Institute for Development Economics and Finance (INDEF) Muhammad Nawir Messi di Jakarta, Kamis (7/2).

Di sisi lain, Nawir mengatakan pemerintah juga perlu menggenjot pertumbuhan ekonomi agar Indonesia terlepas dari ancaman middle income trap. Salah satu strategi yang bisa dilakukan yaitu menumbuhkan investasi. 

"Kalau kita mau tumbuh untuk keluar dari middle income trap, kita butuh lonjakan investasi sebesar 43,03%," ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,17% atau masih tergolong moderat. Data tersebut juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung tidak naik dengan pendapatan per kapita US$3.800 per tahun. Perolehan ini dinilai masih terlalu jauh untuk mencapai kategori high level income country.

"Implikasinya kita lihat memang tumbuh namun dengan skala yang rendah. Pertumbuhan tahun lalu relatif sangat rendah dan tidak bisa mendorong perekonomian Indonesia untuk keluar dari perangkap middle income trap," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga diimbau untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan agar mendorong investasi lebih kuat. Sebab, sistem ketenagakerjaan yang kompeten bakal menarik investor untuk berinvestasi di dalam negeri. 

"Salah satu komplain dari investor adalah ketenagakerjaan. Ini saya kira Kementerian Ketenagakerjaan sudah saatnya untuk melihat kembali apakah rezim sekarang ini masih friendly untuk menarik investor atau tidak," tandasnya.

Sponsored

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) untuk 2018 mencapai Rp721,3 triliun. Capaian ini meningkat 4,1% dibanding tahun 2017.