sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Investor cermati momentum Ramadan, IHSG ditutup melemah

Pelaku pasar akan terfokus pada dampak momentum Ramadan terhadap daya beli.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 12 Apr 2021 16:36 WIB
Investor cermati momentum Ramadan, IHSG ditutup melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 121 poin atau 2% ke level 5.948 pada perdagangan Senin (12/4). Sektor properti yang turun 3,45% dan sektor aneka industri yang turun 3,07% menjadi pendorong pelemahan IHSG hari ini.

Tercatat sebanyak 16,1 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp9,5 triliun. Sebanyak 123 saham tercatat naik ke zona hijau dan 379 saham turun ke zona merah. 

Investor asing melakukan penjualan bersih senilai Rp270 miliar di seluruh pasar dan Rp521 miliar di pasar reguler. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), menjadi tiga saham yang paling banyak dijual asing di pasar reguler.

Riset penutupan Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pelaku pasar saham Asia saat ini terfokus menunggu laporan kinerja keuangan pada kuartal I-2021, dengan kekhawatiran valuasi yang terlalu mahal menyelimuti perdagangan saham saat ini. 

"Pemulihan ekonomi Amerika dan China, serta komitmen Fed untuk tidak melakukan intervensi pada kenaikan yield obligasi menjadi tantangan bagi negara emerging saat ini," tulis Pilarmas Sekuritas. 

Kekhawatiran terhadap aliran modal keluar pada negara emerging, lanjut Pilarmas Sekuritas, menimbulkan risiko terhadap penurunan dari pasar saham yang saat ini menyelimuti pergerakan IHSG. 

Selain itu, pergerakan rupiah yang saat ini telah mendekati 14.600 menjadi fokus utama para pelaku pasar, dengan intervensi Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga dan menstabilkan kembali rupiah pada titik keseimbangan baru. 

"Dalam waktu dekat, kami melihat pelaku pasar akan terfokus pada dampak momentum Ramadan terhadap daya beli. Selain itu, rilis laporan kinerja keuangan kuartal I dan neraca perdagangan pada Maret juga akan mencuri perhatian dari pelaku pasar," kata Pilarmas Sekuritas.

Sponsored
Berita Lainnya