logo alinea.id logo alinea.id

IPO, saham Gunung Raja Paksi naik 9,52%

Perseroan telah melepas sebanyak 1,23 miliar lembar saham dengan harga penawaran Rp840 per saham.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 19 Sep 2019 10:17 WIB
IPO, saham Gunung Raja Paksi naik 9,52%

PT Gunung Raja Paksi Tbk. resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham GGRP. GGRP menjadi perusahaan ke-36 yang diperdagangkan di BEI.

Dalam Penawaran Umum Perdana Saham ini, perseroan telah melepas sebanyak 1,23 miliar lembar saham dengan harga penawaran Rp840 per saham. Sehingga dana yang berhasil dihimpun oleh perseroan sebesar Rp1,03 triliun. 

Perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam lPO ini. 

Presiden Direktur GGRP Alouisius Maseimilian mengatakan dana yang diperoleh dari hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sekitar 99,52% akan digunakan untuk pelunasan utang dalam rangka pembelian aset tetap dan biaya operasi. 

"Sekitar 0,48% akan digunakan untuk tambahan modal kerja. Harapannya ke depan produktivitas dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri yang masih cukup luas," ujar Alouisius di BEI, Jakarta, Kamis (19/9). 

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, saham GGRP dibuka menguat ke level Rp920 per lembar saham atau mengalami kenaikan 9,52% sebanyak 80 poin. Saham GGRP diperdagangkan sebanyak empat kali, dengan volume 140 dan dana yang berhasil dihimpun sejumlah Rp12,93 juta. 

Untuk diketahui, Gunung Raja Paksi berdiri pada tahun 1990 dan berkedudukan di Jakarta dengan nama PT Gunung Naga Mas. Lalu, pada tahun 1991 berganti nama menjadi PT Gunung Raja Paksi.

Kegiatan usaha utama perseroan bergerak di bidang industri baja dengan memproduksi Baja Lembaran Canai Panas, Baja Gulungan Canai Panas, dan Baja Profil. Saat ini, fasilitas produksi perseroan serta kantor pusat terletak di Cikarang Barat dengan luas lebih dari 200 hektare (ha).

Sponsored

Perseroan memiliki kemampuan produksi hingga 2,86 juta metrik ton (Mt) baja per tahun dengan tingkat utilisasi hampir maksimal.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2019, perseroan memiliki total aset sebesar US$1,086 miliar. Jumlah aset tersebut turun 5,3% dari US$1,14 miliar per 31 Desember 2018.

Sementara itu, total liabilitas perseroan per 31 Maret 2019 sebesar US$553 juta. Jumlah liabilitas ini berkurang 10,2% dari posisi 31 Desember 2018 sebesar US$616 juta. Untuk total ekuitas per 31 Maret 2019, naik tipis 0,3% menjadi US$533 juta dari US$531 juta per 31 Desember 2018.

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB