sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Jasa Marga cari pendanaan Rp5 triliun

Jasa Marga tengah menyiapkan anak usahanya untuk IPO.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 06 Feb 2020 09:18 WIB
Jasa Marga cari pendanaan Rp5 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23165
Dirawat 15870
Meninggal 1418
Sembuh 5877

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengincar pendanaan hingga Rp5 triliun pada semester I-2020. Dana ini akan digunakan untuk membayar proyek turn key Jasa Marga sekurangnya Rp10 triliun ke kontraktor.

Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan pendanaan ini akan diperoleh dari tiga instrument. Pertama, penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Syariah (KIK-EBA) dengan nilai hingga Rp2 triliun. Kedua, step up coupon bond sebesar Rp1 triliun dengan underlying Jasa Marga Bali Tol. Ketiga, penerbitan global bond senilai US$200 juta-US$300 juta. 

"Semester I-2020 kami targetkan dapat pendanaan lewat instrumen pasar modal Rp5 triliun. Jadi kalau ada tawaran dengan bunga yang menarik, kami akan masuk," kata Donny di Jakarta, Rabu (5/2).

Donny mengungkapkan perusahaan pelat merah ini akan memilih instrumen pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, Jasa Marga juga akan mempertimbangkan kondisi pasar saat akan memilih instrumen pendanaan. 

Adapun rencana untuk menerbitkan obligasi global, Donny mengatakan, perseroan masih memantau situasi perekonomian nasional dan global. Sebab, dengan penyebaran coronavirus saat ini, Donny mengakui pihaknya masih agak kesulitan untuk melakukan roadshow.

"Kita lihat ya, ini kan ada urusan coronavirus. Jadi kami lihat roadshow-nya bisa enggak? Kami bisa tawarkan US$200 juta atau US$300 juta, yang sizeable dengan kami," tutur dia.

Sementara itu, Jasa Marga juga membuka opso sekuritisasi aset dengan menggunakan aset dasar pendapatan tiket dari Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) I. Donny bilang sekuritisasi tersebut bisa dilakukan bertahap dengan target perolehan dana dari sekuritisasi senilai Rp1 triliun-Rp3 triliun.

IPO anak usaha

Sponsored

Di sisi lain, Donny mengungkapkan Jasa Marga tengah menyiapkan anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tol, untuk melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Donny mengatakan Jasa Marga akan mendorong anak usaha yang didirikan pada 2017 ini untuk melantai di bursa apabila valuasinya telah optimal.

"Valuasi optimal itu bisa terjadi kalau pendapatannya sudah stabil dan kita yakin ke depan proyeksinya akan stabil. Itulah waktu kita mulai IPO," kata Donny.

Selain itu, perseroan saat ini tengah melihat situasi dan kondisi perekonomian. Paling cepat, kata dia, proses IPO dimulai pada 2021.

Proses tersebut, kata Donny, meliputi pemisahan atau spin off aset Jasa Marga ke Jasamarga Transjawa Tol sebelum ditawarkan ke publik. Lalu, restrukturisasi korporasi dan pembuatan business plan.

Donny bilang mengatakan meski cashflow Jasamarga Transjawa Tol masih negatif setahun ke depan, tidak akan menghambat aksi korporasi perusahaan. Sebab, yang akan dijual ke investor adalah pendapatan masa depan.

"Jadi listing-nya (tercatat di bursa) bisa akhir 2021 atau tahun 2022," ujar Donny. 

Berita Lainnya