sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kapitalisasi TLKM tembus Rp337 triliun

Sebanyak 47,9% saham Telkom dimiliki oleh publik, sedangkan sisanya 52,1% dimiliki pemerintah Indonesia. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 06 Sep 2021 16:07 WIB
Kapitalisasi TLKM tembus Rp337 triliun

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan nilai kapitalisasi perusahaan sebesar US$$23,6 miliar atau setara Rp337 triliun per 31 Agustus. 

Nilai itu tercatat melalui 99 miliar lembar saham yang dipasarkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York Stock Exchange Amerika Serikat (AS).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi mengatakan, dari total saham yang ada, sebanyak 47,9% dimiliki oleh publik, sedangkan sisanya 52,1% dimiliki pemerintah Indonesia. 

“Pada saat ini jumlah saham yang diperdagangkan adalah sebanyak lebih dari 99 miliar lembar saham dengan kapitalisasi yang tercatat pada tanggal 31 Agustus 2021 sebesar 337 triliun atau US$23,6 miliar,” katanya dalam pemaparan publik (Public Expose BEI) secara virtual, Senin (6/9).

Dia menjelaskan, kendati pandemi telah berlangsung sekira dua tahun, kinerja perseroan masih sangat baik. Tercatat, pada semester I-2021 pendapatan perusahaan sebesar Rp69,5 triliun atau tumbuh 3,9% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year on year/yoy). 

Dari paparan Heri, pendapatan ditopang dengan adanya peningkatan biaya yang tumbuh 2,8% dengan menghasilkan margin pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi atau EBITDA sebesar 54,4% atau tumbuh 0,4 poin. 

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, marginnya hanya 17,9% atau tumbuh 1,5 poin.

“Penyumbang terbesar pendapatan berasal dari Indihome yang tumbuh 24,2% (yoy) menjadi Rp12,9 triliun, terutama disokong oleh pertambahan jumlah pelanggan dan juga peningkatan argo melalui peningkatan kecepatan layanan maupun servis yang diberikan oleh Indihome,” ucapnya.

Sponsored

Pada saat yang sama, bisnis digital Telkomsel menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan data trafik tumbuh sebesar 54,5% (yoy) sehingga pada semester I tahun ini bisnis digital berkontribusi pada sekitar 77,3% dari total pendapatan Telkomsel atau tumbuh 72,4% (yoy).

Dia optimistis kinerja perusahaan akan semakin moncer dengan adanya kerja sama investasi kepada perusahaan teknologi. 

“Kini Telkomsel terus membangun sinergi dan kolaborasi dengan perusahaan digital dan teknologi seperti Microsoft. Kami juga melakukan berbagai investasi dengan perusahaan startup di berbagai sektor melalui perusahaan modal ventura kami seperti MDI (MDI Ventures) dan TMI (Telkomsel Mitra Inovasi),” tuturnya.

 

 

Berita Lainnya
×
tekid