sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

KPPI selidiki penyebab lonjakan impor kain

Hal itu menyebabkan beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk  selama periode 2019-2021.

Hermansah
Hermansah Rabu, 27 Apr 2022 10:42 WIB
KPPI selidiki penyebab lonjakan impor kain

Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) memulai penyelidikan perpanjangan tindakan pengamanan  perdagangan (safeguard  measures) atas lonjakan jumlah impor barang kain pada Senin (25/4).

Penyelidikan tersebut menindaklanjuti permohonan perpanjangan penyelidikan yang diajukan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mewakili produsen penghasil produk kain dalam negeri yang diajukan pada Senin (18/4).

Penyelidikan impor barang kain tersebut mencakup 107 nomor harmonized  system (HS) 8 digit, yaitu 5208.12.00,   5208.32.00, 5208.49.00, 5208.51.90, 5208.52.90, 5209.12.00, 5209.22.00, 5209.29.00, 5209.32.00, 5209.39.00, 5209.42.00, 5209.51.90, 5209.59.90, 5210.29.00, 5210.39.00, 5210.41.90, 5210.51.90, 5211.11.00, 5211.19.00, 5211.20.00, 5211.42.00, 5211.43.00, 5211.49.00, 5212.11.00, 5212.24.00, 5212.25.90, 5407.10.29, 5407.10.91, 5407.20.00, 5407.30.00, 5407.44.00, 5407.51.00, 5407.52.00, 5407.53.00, 5407.54.00, 5407.61.90, 5407.74.00, 5407.81.00, 5407.82.00, 5407.83.00, 5407.84.00, 5407.91.00, 5407.92.00, 5407.93.00, 5407.94.00, 5408.22.00, 5408.24.00, 5408.32.00, 5408.34.00, 5512.29.00, 5513.11.00, 5513.12.00,5513.21.00, 5513.23.00, 5513.39.00, 5513.49.00, 5514.12.00, 5514.21.00, 5514.22.00, 5514.29.00, 5514.42.00, 5514.43.00, 5514.49.00, 5515.11.00, 5515.12.00, 5515.91.00, 5515.99.90, 5516.11.00, 5516.13.00, 5516.14.00, 5516.22.00, 5516.24.00, 5516.92.00, 5804.10.11, 5804.10.19, 5804.10.29, 5804.10.99, 5804.21.90, 5804.29.10, 5804.29.90, 5804.30.00, 5810.92.00, 6001.21.00, 6001.92.20, 6001.92.90, 6004.10.90, 6004.90.00, 6005.21.00, 6005.36.90, 6005.37.90, 6005.90.90, 6006.10.00, 6006.21.00, 6006.22.00, 6006.2300, 6006.24.00, 6006.31.90, 6006.32.10, 6006.32.20, 6006.32.90, 6006.33.10, 6006.34.10, 6006.42.10, 6006.42.90,  6006.43.90,  6006.44.10, dan 6006.44.90, sesuai dengan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) pada 2017.

Adapun dari 107 nomor HS dibagi dalam lima segmen barang yang diselidiki yaitu, kain tenunan dari kapas, kain tenunan dari serat staple sintetik dan artifisial, kain tenunan dari benang filamensintetik dan artifisial, kain tenunan khusus dan sulaman, dan kain rajutan.

“Dari bukti awal permohonan penyelidikan perpanjangan yang disampaikan API, KPPI mendapatkan fakta adanya lonjakan jumlah impor produk kain dan kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami pemohon,” ungkap Ketua KPPI Mardjoko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/4).

Mardjoko menambahkan, hal itu terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri yang memburuk  selama periode 2019-2021. Indikator tersebut yaitu antara lain kerugian finansial secara terus-menerus  yang diakibatkan menurunnya volume produksi dan penjualan domestik, meningkatnya persediaan akhir karena meningkatnya jumlah barang yang tidak terjual, menurunnya produktivitas, menurunnya kapasitas terpakai, berkurangnya  jumlah tenaga kerja, serta menurunnya pangsa pasar pemohon di pasar domestik.

Dan selain itu, API masih membutuhkan tambahan waktu untuk menyelesaikan program penyesuaian struktural yang telah dijanjikan sebelumnya secara optimal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik selama periode  2019-2021, telah terjadi penurunan jumlah impor produk kain dengan tren sebesar 21,56%. Pada 2019-2020, terjadi penurunan jumlah  impor 42,58%. Namun pada 2020-2021, terjadi peningkatan jumlah impor  sebesar 7,16%. Adapun impor kain berasal dari Republik Rakyat China, Korea Selatan, Vietnam, Hongkong, Taiwan, dan Malaysia.

Sponsored

Jumlah impor kain terbesar berasal dari Republik Rakyat China dengan pangsa impor pada 2021 sebesar 48,87%, diikuti Korea Selatan 12,99%, Vietnam 9,98%, Hongkong 9,45%, Taiwan 7,03%,dan Malaysia 5,58%.

Berita Lainnya