sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menko Luhut: Pfizer dan Bio Farma akan kerja sama vaksin Covid-19

Pengembangan terbaru vaksin Covid-19 yang dilakukan Pfizer bersama BioNTech menunjukkan efektivitas lebih dari 94%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 24 Nov 2020 16:11 WIB
Menko Luhut: Pfizer dan Bio Farma akan kerja sama vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan baru saja kembali dari Washington D.C., Amerika Serikat.

Luhut menuturkan, selama kunjungannya ke White House, dirinya berbicara dengan Presiden Donald Trump, Wakil Presiden Mike Pence, dan pejabat-pejabat tinggi AS lainnya.

"Saya bicara selama 15 menit dengan Wapres Pence menyangkut vaksin dan AS bersedia membantu vaksin," kata Luhut dalam CEO Networking 2020, Selasa (24/11).

Dia melanjutkan, pembicaraan mengenai vaksin tersebut telah ditindaklanjuti pemerintah. Luhut mengatakan, Senin (23/11) malam dirinya bersama dengan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) melakukan video call dengan Sekretaris Kesehatan AS.

"Kami video call dengan Secretary of Health-nya AS untuk membuat kerja sama antara Pfizer dan Bio Farma," ujarnya.

Seperti diketahui, pengembangan terbaru vaksin Covid-19 yang dilakukan Pfizer bersama BioNTech menunjukkan efektivitas lebih dari 94%. Sebelumnya, Pfizer dan BioNTech sempat mempublikasikan data jika vaksin mereka 90% efektif digunakan untuk melindungi diri dari Covid-19 dan tidak ditemukan adanya efek samping.

Dalam kesempatan yang sama, Wamen Budi mengatakan pihaknya telah mengontak setidaknya delapan dari 11 perusahaan penyedia vaksin Covid-19 yang telah masuk ke uji klinis vaksin tahap III.

"Sampai sekarang ada 11 vaksin yang sudah masuk uji klinis tahap III, semua sudah kami kontak kecuali tiga seingat saya," ujar dia.

Sponsored

Ketiga perusahaan yang belum dikontak oleh pemerintah adalah Moderna dari Amerika Serikat, Gamaleya dari Rusia, dan Bharat Biotech dari India. 

 

Berita Lainnya