sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Luhut tegaskan harga avtur Pertamina harus turun

Luhut menyebut pemerintah akan mengundang operator lain untuk menyediakan avtur bagi Indonesia.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 03 Des 2019 18:29 WIB
Luhut tegaskan harga avtur Pertamina harus turun

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan harga avtur harus turun dan tidak boleh ada monopoli yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).

“Soal masalah avtur, harga harus turun enggak boleh ada monopoli Pertamina,” kata Luhut usai memberikan sambutan pada Rapat Kerja Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (3/12)

Untuk itu, Luhut akan mengundang operator avtur lainnya, selain Pertamina untuk menciptakan harga menjadi lebih kompetitif.

“Nanti kita lihat. Paling tidak dua lah, jangan satu, jangan monopoli di mana-mana monopoli ndak bagus,” katanya.

Menurut dia, banyak perusahaan baik nasional maupun asing yang menawarkan untuk menjadi penyedia avtur.

“Orang rebutan, banyak yang mau. Tinggal nanti Kementerian Perhubungan seleksi mana kira-kira yang memenuhi standar kita juga,” katanya.

Luhut mengatakan dengan adanya persaingan sehat, maka akan tercipta harga yang terjangkau yang mendukung efisiensi biaya.

“Kita sudah minta, semua harus efisiensi. Kenapa orang lain bisa lebih murah dari kita? Pasti ada yang salah. Orang lain enggak punya minyak, udara saja impor, kok bisa lebih murah dari kita?,” katanya.

Sponsored

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan koordinasi dengan Kementerian BUMN dan Pertamina terkait penyeimbangan (rebalancing) harga avtur.

“Ada kegiatan khusus untuk angkutan udara. Ada tarif yang lebih terjangkau bisa dipenuhi apabila avtur lebih murah. Kami akan rapat dengan Kementerian BUMN dan Pertamina untuk rebalancing harga avtur,” kata Budi

Dia menyebutkan saat ini harga avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, lebih tinggi 25% dari harga avtur di Singapura.

Karena itu, ia menginginkan adanya penyeimbangan harga, setidaknya selisihnya 15% dari harga avtur di Singapura.

“Bisa saja Jakarta lebih murah. Nanti dikatakan Jakarta bedanya 25% dari Singapura. Nanti bisa saja kita turunkan bedanya hanya 15%-20%," katanya.

Selain itu, Budi akan menentukan sejumlah titik yang menjadi patokan harga avtur, di antaranya Bali, Kupang, Makassar, Jayapura, Palembang, Ambon, dan lainnya.

“Agar harganya tidak tinggi, sehingga pesawat-pesawat itu bisa menggunakan avtur-avtur yang ada di titik-titik itu,” katanya. (Ant)