sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah cari dana asing biayai proyek strategis nasional

Proyek yang digarap nantinya tetap menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU)

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 27 Des 2019 18:43 WIB
Pemerintah cari dana asing biayai proyek strategis nasional
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 385.980
Dirawat 63.556
Meninggal 13.205
Sembuh 309.219

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyatakan pemerintah akan mencari pendanaan swasta terutama dari luar negeri untyk membangun proyek strategis nasional (PSN) dalam lima tahun ke depan.

Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo mengatakan kebutuhan investasi untuk membiayai PSN hingga 2024 diperkirakan sebesar Rp1.400 triliun. Sementara, dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak akan mencukupi. Begitu pula dari perbakan dalam negeri.

"Karena kalau sumber pendanaannya melalui perbankan lokal, dananya juga sudah dipakai oleh BUMN. Oleh karena itu kita mendorong KPBU dengan pemain luar supaya dia bawa uang masuk," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/12).

Namun, dia mengatakan, proyek yang digarap nantinya tetap menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk menguatkan peran pemerintah dalam proyek yang berjalan.

"Kita terus dorong akses pembiayaan infrastruktur yang lebih luas agar tidak membebankan perbankan kita. Bagaimana caranya agar swasta ikut, kita cari alternatifnya seperti apa karena banyak potensi," ujarnya.

Untuk diketahui, hingga saat ini, PSN yang ditetapkan sebanyak 223 proyek dan 3 program. Sejak dicanangkan pada tahun 2016 PSN yang berhasil dirampungkan sebanyak 92 PSN dengan total investasi sebesar Rp467,4 triliun.

Pada 2019 ini telah rampung 30 PSN dengan total investasi sebesar Rp165,3 triliun. Sisa PSN yang belum rampung ditargetkan selesai dalam tiga tahun mendatang.

Sementara itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah mengatur besaran investasi swasta dengan porsi sebesar 42% dari total pembiayaan.

Sponsored
Berita Lainnya