logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah optimistis penggunaan B20 terealisasi dalam 3 bulan

Penggunaan B20 akan menghemat devisa hampir US$5,5 milliar per tahun

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Minggu, 22 Jul 2018 17:32 WIB
Pemerintah optimistis penggunaan B20 terealisasi dalam 3 bulan

Pemerintah akan segera menerapkan program penggunaan bauran minyak sawit dalam solar sebesar 20% (Biodiesel 20/B20). Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan, Indonesia bakal menghemat devisa hampir US$5,5 milliar per tahun jika kebijakan ini terlaksana.

Darmin Nasution menjelaskan, penghematan devisa itu bisa menutup defisit migas. Sehingga jika nonmigas mengalami surplus, maka neraca perdagangan bangsa pun akan membaik.

"Tapi pasti perlu waktu beberapa bulan untuk melaksanakan itu," ujarnya usai merayakan HUT Kemenko Perekonomian ke-52, Minggu (22/7) di kantornya.

Sebelumnya, B20 dalam konsumsi solar hanya diwajibkan kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO), seperti kereta api.‎ Namun nantinya B20 akan wajib digunakan pada kendaraan non-PSO, seperti alat-alat berat di sektor pertambangan, traktor atau ekskavator, termasuk juga diperluas ke kendaraan-kendaraan pribadi.

Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah pun akan merevisi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit, yang hanya mengisyaratkan kewajiban B20 kepada kendaraan PSO. 

Karena selama ini, kata dia, pasokan biodiesel nonsubsidi jumlahnya lebih besar daripada yang bersubsidi. Jumlah biodiesel yang nonsubsidi saat ini diproyeksi mencapai 16 juta ton. 

"Kalau itu bisa kita lakukan dalam beberapa bulan ini, mungkin dalam satu sampai dua bulan pasti rendah. Tapi kalau dalam 6 bulan bisa penuh B20, maka kita bisa mengharapkan setelah itu bisa surplus neraca perdagangan," jelas Darmin.

Dengan neraca perdagangan surplus, maka arus modal akan berkurang. Dengan begitu, Darmin pun berharap nilai tukar rupiah terhadap dolar akan lebih stabil.

Sponsored

Darmin optimistis realisasi penggunaan B20 ini bisa terwujud dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang.‎

Terpisah, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan akan ada penambahan permintaan B20 hingga 3,2 juta ton per tahun.

"Namun tahapan teknisnya akan dibahas, berapa lama ini bisa dicapai," ujarnya seperti dikutip dalam siaran resmi‎.