logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah tak akan kejar pajak 50 konglomerat terkaya 2018

Majalah Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2018.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 14 Des 2018 19:15 WIB
Pemerintah tak akan kejar pajak 50 konglomerat terkaya 2018

Majalah Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada 2018. Kali ini, Indonesia mencetak rekor baru dengan total kekayaan US$129 miliar atau naik US$3 miliar dari tahun lalu. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku belum ada rencana menaikkan target penerimaan perpajakan. Pemerintah masih akan fokus kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. 

"Kolongmerat penghasilan dan labanya bagus, yang perlu kita urusi ya, yang kecilnya. Biar meningkat. Jangan dipikirin kalau yang gede cepat, yang harus dipikirin yang kecilnya," kata Darmin di kantornya, Jumat (14/12). 

Dengan kata lain, pemerintah saat ini belum menyiapkan strategi khusus kepada para konglomerat. Pemerintah belum akan menaikkan target pajak setelah adanya laporan ini. 

Kendati demikian, Darmin enggan menjawab secara eksplisit soal target pajak bagi konglomerat. "Pajak (saat ini) sudah bagus, lebih tinggi realisasi dari APBN," kata dia. 

"Kalau konglomerat berkembang dengan cepat, ya bagus. Tapi, buat negara itu kepentingannya itu yang kecil dan menengah itu juga bagus. Kalau sama-sama bagus kan keren," imbuhnya.  

Meningkatkan jumlah total kekayaan 50 orang superkaya Indonesia mayoritas disumbang dari daftar 10 teratas. 

Dari 10 orang terkaya di Indonesia tersebut, total hartanya mencapai US$82,9 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun (dengan kurs Rp14.500 per dollar AS). Nilai tersebut setara dengan separuh dari target penerimaan negara 2019.

Sponsored

Berikut 10 orang terkaya di Indonesia 2018 versi Forbes:
1. Robert Budi & Michael Hartono pemilik produsen rokok Djarum, elektronik Polytron dan real estate dengan kekayaan senilai US$35 miliar atau setara Rp508 triliun.
2. Susilo Wonowidjojo (62 tahun), pemilik perusahaan rokok Gudang Garam. Dengan kekayaan senilai US$9,2 miliar atau setara Rp133 triliun. 
3. Eka Tjipta Widjaja (95 tahun), pemilik Grup Sinar Mas. Dengan kekayaan senilai US$8,6 miliar atau setara Rp124 triliun.
4. Sri Prakash Lohia (66 tahun) pemilik perushaan Indorama Ventures, dengan kekayaaan yang dimilikinya berjumlah US$7,5 miliar atau setara Rp108 triliun.
5. Anthony Salim (69 tahun) Pemilik Grup Salim yang memiliki 50% saham Indofood. Total kekayan mencapai US$5,3 miliar atau setara Rp76,9 triliun.
6. Tahir (66 tahun) merupakan pemilik Mayapada Group, dengan total aset kekayaan mencapai US$4,5 miliar atau setara dengan Rp65 triliun. 
7. Chairul Tanjung (56 tahun) pemilik CT Crop, dengan nilai kekayaan US$3,5 miliar atau setara Rp50,8 triliun.
8. Boenjamin Setiawan (85 tahun) dan keluarga, yang mendirikan Kalbe Farma. Dengan kekayaan yang dimilikinya US$3,2 miliar atau setara Rp46,4 triliun. 
9. Jogi Hendra Atmaja (72 tahun) pendiri Grup Mayora. Dengan kekayaan mencapai US$3,1 miliar atau setara Rp45 triliun.
10. Projogo Pangestu (74 tahun) pemilik PT Barito Pasific dan Chandra Asri, dengan kekayaan mencapai US$3 miliar atau setara Rp43,5 triliun. 

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB