Penjualan MKNT semester I-2018 capai Rp2,8 triliun

Kenaikan ini merupakan dampak dari upaya perseroan yang giat mendorong ekspansi ke daerah.

Penjualan MKNT semester I-2018 capai Rp2,8 triliun  Ilustrasi/Shutterstock

Perusahaan telekomunikasi berbasis digital, PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,88 triliun atau naik sebesar Rp27 miliar year on year (yoy) atas penjualan voucher pulsa isi ulang.

Menurut Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi, kenaikan ini merupakan dampak dari upaya perseroan yang giat mendorong ekspansi ke daerah, sehingga beban operasional sedikit terdampak. Namun, mampu mendongkrak angka penjualan pulsa.

Mayoritas kenaikan penjualan bersih MKNT berasal dari penjualan pulsa isi ulang yang meningkat sebesar Rp141 miliar dibandingkan penjualan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan kondisi keuangan perusahaan yang bergerak di bisnis distribusi pulsa untuk kluster Sumatra, Jawa dan Bali tetap tumbuh dan terus berkembang.

Berdasarkan keterangan resmi yang diperoleh Alinea.id, total aset MKNT mencapai Rp1,1 triliun atau naik 13,8% dibanding total asset MKNT per 31 Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp968,1 miliar.

Adapun beberapa tantangan yang dimiliki perusahaan distributor utama produk telekomunikasi Telkomsel ini dalam mendistribusikan produknya agar merata di setiap kota.  

Sampai dengan Juli 2018, MKNT memiliki kurang lebih 175.000 retailer yang melayani 79 outlet Telkomsel Distribusi yang tersebar di 16 kluster di Pulau Jawa, Bali dan Sumatra.

Jumlah ini belum termasuk gerai-gerai utama seperti GraPari dan cabang Authorized Dealer di daerah. Masih banyak kota-kota di daerah yang belum sepenuhnya dijangkau oleh layanan MKNT.  "Kami terus mengupayakan agar aset-aset MKNT di daerah bisa bertumbuh sebaik mungkin untuk membantu optimalisasi distribusi produk telekomunikasi yang selalu ramai permintaannya,” ungkap Jefri.

Selain itu, pembangunan infrastruktur untuk memperluas jaringan internet di daerah oleh para operator telekomunikasi, juga berdampak pada tingginya permintaan konsumen terhadap produk pulsa dan paket internet. 

"MKNT dituntut untuk mampu memenuhi permintaan pelanggan dan memastikan stok produk di setiap cabang selalu terpenuhi," kata Jefri.

Sampai saat ini, MKNT menyalurkan produknya pada 74 kantor cabang dengan total 31 unit GraPari dan 43 Mobile Gallery di Indonesia. Jumlah ini diyakini perseroan merupakan salah satu keunggulan jaringan MKNT di daerah.

“Keberadaan kantor-kantor cabang di daerah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus memberikan layanan yang berkualitas bagi konsumen MKNT, khususnya di daerah,” tambah Jefri.

Berdasarkan segmen bisnisnya, penjualan MKNT sampai saat ini masih ditopang oleh pulsa isi ulang yang berkontribusi pada laba bersih lebih dari 95%. Guna menjaga kepercayaan kepada konsumen dan juga para stakeholdersnya, manajemen internal juga telah mulai mengadopsi ekosistem digital yang diyakini dapat mengukur secara tepat serapan produk di setiap kluster. 

“Ini berguna untuk mengalokasikan produk-produk kepada retailer dengan jumlah yang tepat sasaran. Transisi menuju ekosistem digital di internal perusahaan kami yakini, bisa mendorong proses distribusi yang lebih fokus dan efisien untuk pasar,” pungkas Jefri.


Berita Terkait