logo alinea.id logo alinea.id

Penyaluran kredit BPR hingga Januari 2019 capai Rp92,5 triliun

BPR terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perekonomian nasional yang tetap tumbuh.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 05 Apr 2019 19:15 WIB
Penyaluran kredit BPR hingga Januari 2019 capai Rp92,5 triliun

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan total penyaluran kredit dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sampai Januari 2019 mencapai Rp92,5 triliun. 

Direktur Eksekutif Riset, Surveilans & Pemeriksaan LPS Didik Madiyono mengatakan, BPR terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perekonomian nasional yang tetap tumbuh. Dalam kurun lima tahun terakhir kinerja modal, aset, dan kredit BPR di Indonesia menunjukkan sinyal positif. 

"Total kredit BPR di tahun 2014 terhitung sebesar Rp68,3 triliun dan pada Januari 2019 total kredit BPR terhitung mencapai Rp98,6 triliun," kata Didik di Jakarta, Jumat (5/4). 

Adapun, sampai Januari 2019, tercatat Capital Adequacy Ratio (CAR) BPR sebesar 24,4%. Total Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2014 terhitung mencapai Rp58,7 triliun dan pada Januari 2019, DPK BPR mencapai Rp92,5 triliun. Saat ini tercatat, jumlah BPR yang tersebar di seluruh Indonesia mencapai 1.764 BPR. 

Didik meyakini peningkatan aset dan kredit BPR yang terjadi menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap BPR kian meningkat seiring berjalannya waktu. 

"Hal tersebut juga menunjukkan, dalam lima tahun terakhir, BPR kian sukses menjangkau saudara-saudara di daerah yang sebelumnya mungkin belum mendapatkan akses keuangan yang layak," ujarnya. 

Sementara, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mencatat, penyebaran BPR sudah mulai merata hingga ke luar Pulau Jawa dan Bali. Sampai dengan 2018, jumlah BPR di Jawa dan Bali masing-masing mencapai 69% dan 31%. Sebelumnya, jumlah BPR di kedua wilayah pulau tersebut mencapai 80%. 

Direktur Penelitian dan Pengaturan BPR OJK Ayahandayani mengindikasikan, masih banyak terbuka potensi pasar BPR di luar Pulau Jawa dan Bali. "Kalau melihat dari sisi persentase, memang sudah terjadi pergesaran ke luar Jawa," ujar Aya. 

Sponsored

OJK mencatat, pada Desember 2018, pertumbuhan kredit BPR mencapai Rp98,22 triliun, tumbuh 9,77% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan DPK mencapai Rp91,95 triliun atau tumbuh 8,36% dari tahun sebelumnya. 

Meski kredit meningkat, namun rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) telah turun 3,58% dari Desember 2017, pada Desember 2018 NPL pada BPR mencapai 6,37%. Kemudian, kemampuan perbankan dalam menghasilkan profit atau rasio profitabilitas bank (Return on Assets/ROA) mencapai 2,48% atau turun 2,75% secara tahunan. 

Dari segi efisiensi perbankan yang tercatat dalam Belanja Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) mencapai 80,74% atau naik 0,30% secara tahunan. Aya mencatat, pertumbuhan BOPO tersebut lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

"Hal ini karena persaingan antara BPR dan financial technology (fintech) semakin meningkat sejak 2016 lalu," ujarnya.