sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PermataBank catatkan pertumbuhan aset 18,4% pada kuartal I-2022

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah terus bertumbuh sebesar 23,3% (yoy). Terutama dikontribusi dari pertumbuhan giro sebesar 36,6%.

Hermansah
Hermansah Jumat, 29 Apr 2022 13:40 WIB
PermataBank catatkan pertumbuhan aset 18,4% pada kuartal I-2022

PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) memulai 2022 dengan membukukan kinerja yang solid di kuartal I-2022, dengan terus menumbuhkan aset berkualitas baik dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit. Seiring upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina, PermataBank berhasil mencatatkan pertumbuhan aset menjadi sebesar 18,4% (yoy) menjadi Rp241 triliun pada kuartal I-2022. 

Direktur Utama PermataBank Chalit Tayjasanant mengungkapkan, kuartal pertama 2022 telah dilewati dengan hasil yang memuaskan. Dengan pencapaian pendapatan operasional yang tumbuh pesat 21,9% dan pertumbuhan aset yang kuat, kinerja PermataBank terus membaik dan memperkuat posisinya dalam jajaran 10 bank terbesar di Indonesia.

"Kami terus memperkuat komitmen PermataBank sebagai waralaba deposito dan kekayaan terkemuka, dan pemimpin dalam inovasi digital serta mitra ekosistem pilihan untuk bisnis dan pemain di bidang teknologi. Kami akan terus fokus untuk menjadi bank universal dengan produk dan layanan yang lengkap dan terintegrasi secara digital untuk semua segmen dan generasi,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4).

PermataBank melanjutkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui dukungan dalam penyaluran kredit kepada masyarakat yang tumbuh 10,0% (yoy) menjadi sebesar Rp129 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi dan KPR masing-masing sebesar 17,3% dan 22,7%. PermataBank juga menjalankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang diberikan mengingat dampak pandemi yang masih terus berlanjut dan secara tidak langsung telah menyebabkan peningkatan risiko kredit inheren.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah terus bertumbuh sebesar 23,3% (yoy). Terutama dikontribusi dari pertumbuhan giro sebesar 36,6% dan tabungan sebesar 15,6% sesuai dengan strategi bank untuk terus memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang. Sejalan dengan ini, rasio CASA perseroan mengalami peningkatan menjadi 56,4%. 

Lebih lanjut, perseroan membukukan pendapatan operasional sebesar Rp2,9 triliun, tumbuh sebesar 21,9% (yoy) sehingga laba operasional sebelum pencadangan tercatat sebesar Rp1,5 triliun. Pertumbuhan pendapatan operasional dikontribusi dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4,2% dan pendapatan nonbunga sebesar 113,3% sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit sampai dengan akhir Maret 2022.  Hal ini juga mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, dapat dikelola secara optimal. 

Selain itu, perseroan tetap menerapkan manajemen biaya operasional secara optimal tercermin dari perbaikan rasio beban operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) menjadi sebesar 72,5% atau membaik 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 82,3%. Perseroan juga memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai secara pruden untuk mengantisipasi potensi kerugian mengingat dampak pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di tahun berjalan.

Rasio NPL coverage terjaga baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 226%. Rasio NPL gross di Maret 2022 terjaga pada level 3,17%dan rasio NPL net di 0,6%. Hal ini sejalan dengan kebijakan perseroan untuk membukukan pencadangan kerugian kredit secara pruden dalam mengantisipasi potensi kerugian kredit.  

Sponsored

Rasio permodalan tetap menjadi salah satu yang terkuat di antara bank komersial di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 33,1% dan 25,4%. Di mana hal ini menjadi kunci pendorong bagi perseroan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik. Komitmen berkelanjutan dari PermataBank untuk terus mendukung pemerintah dalam pemulihan perekonomian diwujudkan dengan menjalankan fungsi intermediasi finansial secara efektif dan efisien.  

"Dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai pemegang saham pengendali dan bank korporasi terkuat di Thailand memberikan keuntungan bagi PermataBank untuk bersinergi memperluas dan memperkuat posisi sebagai bank yang universal," tutur dia.

Berita Lainnya