logo alinea.id logo alinea.id

Pertamina incar Rp5 triliun dari digitalisasi bisnis

Ada enam program utama digitalisasi yang diusung PT Pertamina (Persero) tahun ini.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 29 Agst 2019 18:52 WIB
Pertamina incar Rp5 triliun dari digitalisasi bisnis

PT Pertamina (Persero) akan memperluas transformasi digital ke sejumlah lini bisnis dari hulu hingga ke hilir. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan setidaknya ada enam program utama digitalisasi yang diusung perusahaan.

"Digitalisasi ini berpotensi mendatangkan nilai hingga Rp3 triliun sampai Rp5 triliun per tahun," kata Nicky di Jakarta, Kamis (29/8).

Keenam program itu yakni Loyalty Program, Digital Refinery, Knowlegde Management and Best Practice in Upstream, Digital Procurement, Digitalisasi Korporat,  serta Digitalisasi SPBU dan Terminal BBM.

Di sektor hulu, Pertamina telah melakukan transformasi digital dengan membangun upstream cloud dan big data analytic, sebagai bagian dari optimasi penggunaan aplikasi petrotechnical yang tersentralisasi dan terintegrasi.

Sementara di pengolahan, Pertamina tengah menyiapkan predictive maintenance yang terintegrasi melalui adopsi advanced analytics, sehingga meminimalisir terjadinya unplanned shutdown.

Di hilir, Pertamina terus melanjutkan program utamanya yakni digitalisasi SPBU & Terminal BBM, sehingga bisa memonitor ketahanan stok dan distribusi BBM secara nasional. Selain itu, dalam proses pengadaan barang dan jasa, Pertamina juga menerapkan digital procurement yang diprediksi memberikan kontribusi efisiensi terbesar sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun per tahun.

Nicke Widyawati menjelaskan program ini merupakan upaya Pertamina untuk menjawab tantangan bisnis di masa mendatang dan ini adalah cara Pertamina untuk ikut beradaptasi.

"Tujuan utama transformasi digital ini adalah untuk meningkatkan layanan Pertamina baik untuk konsumen ataupun proses bisnis internal. Apalagi kami memiliki ribuan SPBU dan agen LPG yang jika tidak diatur secara digital tentu akan sulit," kata Nicke.

Sponsored

Namun untuk pelaksanaannya, Pertamina sadar bahwa harus bekerjasama dengan partner yang sudah berpengalaman. "Karena itu, kami akan masuk ke dalam ekosistem tersebut," ujarnya. (Ant)