sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Perusahaan China gelontorkan Rp29,5 T untuk proyek infrastruktur Indonesia

PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) memberi suntikan modal untuk pembangunan jalan tol dan sektor konstruksi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 14 Okt 2019 17:38 WIB
Perusahaan China gelontorkan Rp29,5 T untuk proyek infrastruktur Indonesia

Pemerintah mendapatkan komitmen investasi dari PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) sebesar Rp29,5 triliun untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Perjanjian ini difasilitasi oleh Pusat Pembiayaan Infrastruktur Non-Anggaran (PINA) Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN).

Investasi CCCI ini mencakup dua proyek yang masing-masing akan digarap badan usaha milik negara (BUMN). Pertama, proyek Tol Probolinggo-Banyuwangi. Untuk proyek ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menandatangani perjanjian pembiayaan dengan CCCI senilai Rp 23,3 triliun.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan kerja sama antara kedua perusahaan tersebut akan terfokus untuk pembangunan tol sepanjang 172 kilometer yang akan menjadi ruas terakhir dari rangkaian Tol Trans Jawa.

"Head of agreement ini artinya satu tahap terakhir sebelum financial close, dalam konteks investasi di bidang infrastruktur di  Indonesia," katanya di Jakarta, Senin (14/10).

Bambang pun menjelaskan, kerja sama antara Jasa Marga dengan CCCI ini bentuknya adalah equity financing. Artinya, investasi yang masuk dari CCCI bentuknya berupa saham, bukan debt financing.

"Jadi beda sama debt financing, yang harus dibayar balik, berikut bunganya. Sedangkan equity financing bukan utang, jadi itu penyertaan saham. Sehingga tidak membebani perusahaan Indonesia, karena perusahaan Indonesia dapat partner," ucapnya.

Ia pun menuturkan, dari kerja sama ini, kedua perusahaan akan berbagi dividen keuntungan. Namun, Bambang menjelaskan, mayoritas keuntungan akan masuk ke perusahaan pelat merah tersebut.

"Kalau dengan CCCI memang Jasa Marga yang mayoritas. Yang penting Jasa Marga enggak harus mengeluarkan seluruh kemampuan keuangannya untuk membiayai proyek itu sendirian, tapi dia dapat partner," jelasnya.

Sponsored

Sementara, perjanjian kerja sama yang kedua yakni dalam supply chain financing di bidang konstruksi antara PT Jasa Sarana dengan PT ICDX Logistik Berikat (ILB) senilai Rp1,05 triliun.

Bambang mengatakan kerja sama kedua ini bersifat creative financing, di mana ICDX akan berperan sebagai penyedia material bangunan bagi Jasa Sarana maupun Wijaya Karya dalam pembangunan proyek-proyek infrastrukturnya 

"Mereka memiliki kebutuhan materil yang besar. Baik Jasa Sarana dan Wijaya Karya ngga terbebani di sisi keuangan. Karena ada investasi yang dilakukan oleh PT ICDX," jelasnya.

Lebih lanjut, Bambang menyebut kerja sama yang difasilitasi oleh PINA ini penting dilakukan untuk mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Apalagi, kata dia, model pembiayaan alternatif seperti ini juga akan mengurangi ketergantungan sumber pembiayaan yang berasal dari APBN.

Bambang memaparkan untuk tahun 2020 hingga tahun 2025 total investasi yang dibutuhkan untuk infrastruktur mencapai Rp2.058 triliun. Sementara, dana yang bisa dipakai dari APBN hanya sebesar Rp623 triliun.

"Artinya ada gap sebesar Rp1.435 triliun. Dan ini yang harus ditutupi dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan lewat PINA ini," ucapnya.