sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PLN: 3 PLTP beroperasi di 2023-2024

Pengembangan ini merupakan bagian dari usaha PLN untuk membangun proyek PLTP sampai dengan 360 megawatt (MW).

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 28 Jul 2021 17:58 WIB
PLN: 3 PLTP beroperasi di 2023-2024

PT PLN (persero) melihat potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan melakukan pemanfaatan panas bumi. Untuk itu dalam beberapa waktu dekat PLN akan mengoperasikan tiga pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN Agung Murdifi menjelaskan, pengembangan PLTP ini merupakan bagian dari usaha PLN untuk membangun proyek PLTP sampai dengan 360 megawatt (MW) dan 230 MW dengan sinergi antar-BUMN. 

Ketiga PLTP itu adalah pertama PLTP Dieng Binary yang diperkirakan beroperasi secara komersial pada 2023. 

"PLTP hasil kerja sama antara PLN Gas & Geothermal dan PT Geo Dipa Energi (GDE) ini diperkirakan dapat dimaksimalkan hingga 10 MW," katanya, Rabu (28/7).

Kedua, PLTP Binary Lahendong dengan kapasitas 5 MW yang akan beroperasi pada 2023. Proyek pembangkit hasil kerja sama PLN Gas & Geothermal dan Pertamina Geothermal Energy (PGE). ini memiliki potensi hingga 30 MW. 

Ketiga, PLTP Ulubelu Binary dengan kapasitas 10 MW yang bakal beroperasi komersial pada 2024. PLTP ini merupakan kerja sama PLN Gas & Geothermal dan PGE. Diperkirakan PLTP ini memiliki potensial yang dapat dimaksimalkan hingga kira-kira 100 MW.

"Keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi BUMN, antara PLN, Pertamina Geothermal Energy, dan Geodipa Energy," ucap Agung. 

Adapun, PLTP yang sudah beroperasi milik PLN, antara lain PLTP Ulubelu unit 1 dan 2 sebesar 110 MW, PLTP Mataloko 2,5 MW, PLTP Lahendong 80 MW, dan PLTP Ulumbu 10 MW.

Sponsored

Beberapa proyek PLTP yang masuk rencana PLN, antara lain Kepahiang sebesar 2x55 MW di 2027, Tangkuban Perahu sebesar 2x20 MW (2026-2027), Ungaran sebesar 55MW (2027).

Selain itu, Oka Ille Ange sebesar 2x5MW (2028), Atadei sebesar 2x5MW (2027, Tulehu sebesar 2x10MW (2025-2026) dan Songa Wayaua 2x5 MW (2025-2027).

Saat ini, portofolio PLTP PLN yang telah beroperasi berkapasitas total 572 Mega Watt (MW) dan menghasilkan listrik sebesar 4.128 GWh. 

Adapun, proyek pengembangan yang tengah berlangsung berkapasitas 590 MW dan bisa menghasilkan listrik sebesar 4.651 GWh. 

"Keunggulan PLTP ini renewable, sustainable, dan reliabel. Tidak bergantung kondisi cuaca dan tidak memerlukan lahan luas, juga ramah lingkungan," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Geologi (2017), sumber daya panas bumi yang dimiliki Indonesia sebesar 28,5 Giga Watt (GW). Dan merupakan kedua terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Namun, hingga 2019, pemanfaatannya baru mencapai 2.133 MW atau 7,5% dari total sumber daya yang ada. Oleh karena itu, PLN tergerak untuk terus memanfaatkan potensi ini demi menghadirkan energi bersih di dalam negeri.

Berita Lainnya