sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PP Properti terbitkan obligasi Rp1,2 triliun

PT PP Properti Tbk. (PPRO) mencari pendanaan untuk refinancing dan pengembangan usaha.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 20 Jan 2020 16:20 WIB
PP Properti terbitkan obligasi Rp1,2 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 22271
Dirawat 15497
Meninggal 1372
Sembuh 5402

PT PP Properti Tbk. (PPRO) mulai menawarkan Obligasi Berkelanjutan II tahap I dengan nilai Rp1,2 triliun. Obligasi yang ditawarkan ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan II PP Properti dengan target emisi Rp2,4 triliun.

PPRO menawarkan obligasi ini dengan dua seri, yaitu seri A bertenor tiga tahun dengan bunga pokok yang ditawarkan sebesar 9,4%-9,9% dan seri B bertenor lima tahun dengan bunga pokok sebesar 9,75%-10,25%. Adapun periode pembayaran bunga dari obligasi ini setiap tiga bulan sekali.

Direktur Keuangan PPRO Indaryanto menjelaskan dana hasil penawaran obligasi sebesar 41,94% untuk pembayaran sebagian pokok utang perusahaan (refinancing) dan 32,89% untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Jawa dan Lombok untuk meningkatkan pendapatan berulang (recurring income).

"Sisanya sebesar 25,17% akan digunakan untuk modal kerja perusahaan," kata Indaryanto di Jakarta, Senin (20/1).

Sponsored

Dalam penerbitan obligasi ini, PPRO menunjuk Niaga Sekuritas, Ciptadana Sekuritas, Indopremier Sekuritas, Mandiri Sekuritas, RHB Sekuritas, dan Trimegah Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Obligasi ini telah mendapatkan peringkat BBB+ dari lembaga pemeringkat rating Fitch Ratings.

Indaryanto mengatakan masa penawaran awal obligasi ini akan berlangsung sejak 20 Januari-3 Februari 2020 dengan perkiraan tanggal efektif 13 Februari 2020. Lalu, perkiraan masa penawaran umum obligasi ini jatuh pada tanggal 17-18 Februari 2020 dengan perkiraan tanggal penjatahan 19 Februari 2020.

Sementara perkiraan tanggal distribusi obligasi adalah pada tanggal 21 Februari 2020. Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Februari 2020. 

Berita Lainnya