sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Produk UMKM berpotensi kuasai pasar digital

Ditjen PDT Kemendes PDTT terus berupaya mendorong UMKM, terutama yang ada di daerah tertinggal, agar go digital. 

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 30 Agst 2019 13:26 WIB
Produk UMKM berpotensi kuasai pasar digital

Dari total produk yang dipasarkan di toko digital atau e-commerce,  75% di antaranya merupakan produk dari luar negeri. Padahal, berbagai produk UMKM di dalam negeri mempunyai kualitas baik dan memiliki potensi sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Karena itu, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terus berupaya mendorong UMKM, terutama yang ada di daerah tertinggal, agar go digital. 

"Kami mendorong agar mereka masuk ke pasar digital, karena produknya berkualitas, tapi sering kali mereka belum tahu cara pemanfaatan teknologinya," kata Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo dalam acara Dekranasda Go Online Bersama Shopee di Jakarta, Kamis (29/8).

Samsul mengutip data statistik, saat ini jumlah UMKM yang tersebar di berbagai kabupaten/kota sekitar 50 juta. Menurut laporan Indef, secara nasional produk UMKM yang dipasarkan di e-commerce baru sekitar 25%. Artinya, potensi meningkatkan pendapatan UMKM melalui pemasaran secara online masih sangat besar.

"Jika mereka jual Rp100 ribu per produk saja di Shopee dan dikalikan 50 juta jumlah UMKM, itu nilainya sudah Rp5 triliun. Itu baru satu produk," ucap Samsul.

Untuk itu, Ditjen PDT mengajak perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Tingkat Daerah (Dekranasda) dari 45 kabupaten, beberapa di antaranya berasal dari daerah tertinggal, untuk mengikuti workshop bersama Shopee. "Mereka praktek, bagaimana memotret produk, bagaimana menjual secara online dan meningkatkan kualitas produknya," ujar Samsul.

Dengan acara ini, anggota Dekranasda dapat bertukar pikiran mengenai produk dari masing-masing daerah untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

"Mereka bisa masuk ke dalam komunitas, bisa berbagi informasi, dan berbagi pengalaman. Mereka membawa produk dan mereka bisa saling lihat, kabupaten lain sudah sejauh mana," kata Samsul.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Head of Government Relation Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengatakan untuk mendukung pemgembangan UMKM di daerah, Shopee memiliki sejumlah program, misal program Kampus Shopee. Kampus Shopee adalah wadah bagi penggerak UMKM untuk mendapatkan pelatihan dari trainer terpercaya.

"Kami memberikan edukasi dan pelatihan hingga para pelaku usaha dapat menggunakan teknologi digital dalam memasarkan produknya," ujar Radit.

Dia sepakat UMKM harus menjadi penguasa pangsa pasar di Tanah Air. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi digital menjadi penting.