sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Radiant Utama bidik proyek pembangkit listrik Kalimantan

Emiten penyedia layanan energi PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (RUIS) membidik proyek pembangkit listrik di Kalimantan.

Soraya Novika
Soraya Novika Jumat, 22 Feb 2019 06:16 WIB
Radiant Utama bidik proyek pembangkit listrik Kalimantan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 506.302
Dirawat 64.878
Meninggal 16.111
Sembuh 425.313

Emiten penyedia layanan energi PT Radiant Utama Interinsco Tbk. (RUIS) membidik proyek pembangkit listrik di Kalimantan.

Direktur Utama Radiant Utama Iterinsco Sofwan Farisyi mengatakan, strategi bisnis tahun ini yang dibidik adalah proyek pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) di Sintang, Kalimantan Barat.

"Kita terus melakukan diversifikasi bisnis, dan sekarang sedang merambah bisnis pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) khususnya pada pembangkit listrik tenaga biomassa di Sintang," ujarnya di Gedung Radiant Group, Kamis (21/2).

Sofyan mengungkapkan bahwa kini pihaknya masih menunggu keputusan dari tender pembangkit listrik tersebut. Dia optimistis dapat memenangkan proyek tersebut.

"Apabila tak ada halangan kemungkinan akan mulai konstruksinya tahun depan dengan waktu pembangungan sekitar satu hingga dua tahun atau akan beroperasi secara komersial pada 2021," katanya.

Nantinya, pembangkit ini memiliki kapasitas sebesar 10 Megawatt (Mw) dengan menggandeng investor asal China. 

"Kita bangun dari nol, peralatan dari kita sendiri, mereka (China) lebih ke pendanaannya," ucapnya.

Menurut Sofwan proyek ini kemungkinan membutuhkan dana senilai US$20 juta. Untuk itu, demi kematangan hasil, RUIS kini juga tengah dalam proses mempelajari lebih dalam terkait bahan produksi, yang untuk sementara mereka akan menggunakan cangkang kelapa sawit. 

Sponsored

"Daerah situ kan banyak cangkang kelapa sawit, itu yang akan kita pakai. Kita akan menyediakan alat yang multifuel, jadi bisa untuk bahan yang bermacam-macam," ujarnya.

Emiten bersandi saham RUIS itu tertarik merambah ke bisnis EBT untuk mendukung bauran EBT sebesar 23% hingga 2025 nanti. Sembari mempersiapkan proyek PLTMb ini, perlahan RUIS juga masuk ke bisnis pembangkit listrik tenaga surya atau solar panel.

Kini setidaknya terdapat dua tender yang tengah diikuti RUIS, pertama proyek pembangkit berkapasitas 2 Mw di salah satu universitas di Jakarta dan proyek di salah satu universitas di Semarang dengan kapasitas 0,5 Mw.

Tak hanya itu, dalam bisnis pembangkit listrik mereka juga mengincar proyek pembangkit energi baru yaitu pembangkit listrik tenaga gas di Kalimantan Selatan yang saat ini masih dalam proses uji kelayakan.

Nantinya, RUIS akan mengolah batu bara dengan kalori sebesar 4.000 kcal/kg untuk proses gasifikasi batu bara menjadi gas yang akan digunakan menjadi bahan utama pembangkit listrik dengan rancangan 10 Mw tersebut.

Untuk diketahui, RUIS sudah menambah portfolio bisnis kelistrikan sejak dua tahun yang lalu serta pernah mendapat proyek panel surya dengan kapasitas 2 Mw. Secara keseluruhan, dari bisnis kelistrikan sendiri, telah menyumbang sekitar 7% hingga 8% dari keseluruhan pendapatan emiten ini.

Berita Lainnya