sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Realisasi anggaran pemulihan ekonomi baru 48%

Realisasi PEN meningkat menjadi Rp315 triliun di September dan naik lagi di Oktober.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 12 Okt 2020 13:12 WIB
Realisasi anggaran pemulihan ekonomi baru 48%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemerintah menyampaikan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 12 Oktober ini baru mencapai 48%. Realisasi tersebut setara dengan Rp331,94 triliun dari total pagu Rp695,2 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi ini mengalami peningkatan menjadi Rp315 triliun di September dan naik lagi Rp16,46 triliun hingga 7 Oktober.

"Klaster kesehatan terhadap pagu realisasinya sudah Rp25 triliun atau 28,5% dari pagu Rp87,55 triliun," kata Airlangga dalam keterangan persnya secara virtual, Senin (12/10).

Sementara itu, realisasi perlindungan sosial telah mencapai 78% dari pagu Rp203,9 triliun, realisasi anggaran sektoral atau pemda mencapai 26% dari pagu Rp106,11 triliun, realisasi anggaran dukungan UMKM mencapai 73% dari pagu Rp123,47 triliun, dan dukungan dunia usaha mencapai 23% dari pagu Rp120,6 triliun.

Dia melanjutkan, melihat realisasi tersebut, beberapa kementerian/lembaga (K/L) masih perlu didorong kembali untuk merealisasikan anggaran tersebut. Dalam catatannya, beberapa K/L besar masih menyerap anggaran kurang dari 50%, sementara beberapa K/L telah menyerap anggaran di atas 65%.

"Kami perkirakan realisasi program PEN ini akan mencapai 99% sampai akhir tahun," ujarnya.

Sementara untuk realisasi program penempatan dana pemerintah di himpunan bank negara (Himbara) telah mencapai Rp144,6 triliun. Airlangga menuturkan pemerintah akan menambahkan penempatan dana fase kedua sebesar Rp17,5 triliun.

"Sehingga total penempatannya menjadi Rp47,5 triliun. Diharapkan leveragenya tiga kali menjadi Rp150 triliun. Kami berharap ini bisa mengungkit sektor perekonomian non-APBN," tuturnya.

Sponsored

Untuk penempatan dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD) tercatat telah disalurkan Rp9,89 triliun dari penempatan dana senilai Rp11,5 triliun. Pemerintah juga berencana menambahan penempatan dana pada dua BPD lain, yaitu BPD Sulselbar sejumlah Rp1 triliun dan BPD Kalbar Rp500 miliar. 

Berita Lainnya