sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BKPM: realisasi investasi kuartal IV-2020 capai Rp214,7 triliun

Nilai investasi dari PMA yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi PMDN pada kuartal keempat.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 25 Jan 2021 14:34 WIB
BKPM: realisasi investasi kuartal IV-2020 capai Rp214,7 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis kinerja investasi kuartal IV-2020 yang mencapai Rp214,7 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 294.780 orang, atau mengalami kenaikan sebesar 3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Realisasi investasi yang terealisasi pada semester IV-2020 sebesar Rp214,7 triliun," katanya dalam video conference, Senin (25/1).

Realisasi investasi pada kuartal IV-2020 tersebut dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp111,1 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp103,6 triliun.

Bahlil mengatakan, nilai investasi dari PMA yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi PMDN pada kuartal keempat tersebut lebih disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan investor akibat penemuan vaksin Covid-19 dan UU Ciptaker.

"Kita tahu bahwa di kuartal ke IV itu sudah ada vaksinasinya. Itu sudah membuat rasa percaya diri dari teman-teman investor asing yang ada di Indonesia. Kedua, pengesahaan UU Ciptaker cukup memberikan pengaruh yang positif bagi keberlangsungan investor asing yang ada di Indonesia," ujarnya.

Selain itu, jika dilihat dari sebaran investasinya pada kuartal IV-2020 realisasi investasi di luar Pulau Jawa lebih besar dibandingkan dengan yang berada di Pulau Jawa, setelah dalam lima tahun terakhir Pulau Jawa mendominasi jalannya investasi.

Adapun, nilai total investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp113,2 triliun atau mengalami kenaikan 9,2% (yoy), dan investasi di Pulau Jawa hanya sebesar Rp103,3 triliun atau minus 3% (yoy).

Bahlil pun mengungkapkan, tingginya realisasi investasi di luar Pulau Jawa disebabkan oleh efektifnya pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Pasalnya, dengan infrastruktur yang memadai menjamin lancarnya sejumlah program yang menarik minat investor  

Sponsored

"Sekarang investasi berkualitas sudah terasa, tidak hanya berpusat di Jawa tetapi di luar Jawa yang pada akhirnya mampu meningkatkan kawasan-kawasan ekonomi baru dan sekaligus pemerataan ekonomi," tuturnya.

Jika dilihat per wilayah, di luar Jawa, Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi besar dari segi investasi yaitu senilai Rp13,9 triliun, kemudian Sumatera Selatan Rp19,6 trilun.

Sedangkan yang tertinggi tetap dari Pulau Jawa yaitu Provinsi Jawa Barat sebesar Rp34,1 triliun, lalu DKI Jakarta senilai Rp22,5 triliun, dan Banten sebesar Rp20 triliun. 

Sementara itu, secara berurutan sektor yang paling banyak menyerap investasi antara lain adalah sektor transportasi gudang dan telekomunikasi sebesar Rp36,4 triliun, listrik, gas, dan air Rp29,3 triliun, dan industri barang logam bukan mesin dan peralatannya Rp25 triliun. 

"Ini artinya apa? Sektor industri sudah mulai jalan. Mesin-mesin sudah mulai jalan, orang sudah mulai membangun pabrik dan ini sejalan dengan arah kebijakan presiden tentang transformasi kita harus bangun hilirisasi sekaligus membangkitkan industrialisasi," tuturnya.

Adapun, sepanjang 2020 realisasi investasi di Indonesia telah mencapai Rp826,3 triliun atau mencapai 101,1% dari target sebesar Rp817,2 triliun.

Berita Lainnya