sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani sebut vaksin Pfizer beri sentimen positif ke perekonomian

Kabar keberhasilan vaksin tersebut menimbulkan sentimen positif.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 10 Nov 2020 12:25 WIB
Sri Mulyani sebut vaksin Pfizer beri sentimen positif ke perekonomian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Pengembangan vaksin Covid-19 yang dilakukan Pfizer menunjukkan efektivitas hingga 90%. Efektivitas vaksin tersebut berdasarkan dari uji coba ke 43.000 relawan yang mendapatkan dua dosis vaksin. Dari uji coba tersebut, hanya 94 subjek yang terpapar Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kabar keberhasilan vaksin tersebut menimbulkan sentimen positif, bersama dengan hasil pemilu Amerika Serikat.

"Kami berharap Indonesia ada momentum pembalikan atau turn around dari ekonomi. Kita akan bekerja lebih keras lagi supaya di kuartal IV momentumnya akan semakin kuat," kata Sri Mulyani dalam webinar sektor finansial, Selasa (10/11).

Sri melanjutkan, Covid-19 merupakan masalah kesehatan yang telah menyebabkan efek domino ke masalah sosial, ekonomi, dan keuangan ke seluruh negara di dunia. Akibatnya, banyak negara yang mendapatkan dampak sangat dalam, sementara kasus Covid-19 terus berlanjut.  

Sponsored

Meskipun demikian, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan pada kuartal III-2020, banyak negara yang pertumbuhan ekonominya mengalami rebound. Sehingga tren pertumbuhan ekonomi cukup optimistis. Namun, dia mengingatkan Indonesia harus tetap hati-hati.

Bahkan, lanjutnya, di beberapa belahan dunia terjadi gelombang kedua infeksi Covid-19. Hal ini menurutnya menimbulkan kompleksitas dari sisi kebijakan.

"Karena Covid-19 cukup panjang dan masyarakat sudah cukup lelah ekonominya mengalami tekanan. Sehingga ketika mengalami gelombang kedua, kemampuan bertahannya menangani Covid-19 itu juga akan sangat berbeda saat terjadinya gelombang pertama. Ini harus kita waspadai," ujarnya. 

Berita Lainnya