sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sritex kurangi dividen di tengah pandemi

Pembagian dividen turun karena perseroan ingin menjaga ekuitas di tengah pandemi Covid-19.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 07 Jul 2020 13:33 WIB
Sritex kurangi dividen di tengah pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Emiten tekstil dan garmen PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) membagikan dividen sebesar Rp1 per lembar saham dengan total Rp20,4 miliar dari laba bersih tahun 2019 sebesar US$87,6 juta. Pembagian dividen tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) SRIL, Selasa (7/7).

Sekretaris Perusahaan SRIL Welly Salam mengatakan pembagian dividen sebesar Rp1 per saham tersebut memang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3 per saham, dengan total Rp61,36 miliar. Welly menjelaskan turunnya pembagian dividen tersebut karena perseroan ingin menjaga ekuitas di tengah pandemi Covid-19.

"Kalau dibandingkan tahun sebelumnya, dividen memang mengalami penurunan. Semua pihak tahu sangat penting untuk menjaga ekuitas perseroan di tengah pandemi saat ini," ujar Welly dalam konferensi virtual SRIL dari Sukoharjo, Selasa (7/7).

Dengan menjaga ekuitas yang kuat, kata Welly, manajemen SRIL yakin bisa bekerja maksimal pada tahun 2020.

Adapun dampak pandemi Covid-19, sejauh ini tidak berdampak banyak ke SRIL. Welly menuturkan di awal pandemi, perseroan sempat mengalami penundaan pengiriman ekspor akibat negara tujuan ekspor melakukan lockdown.

Penundaan pengiriman tersebut, kata Welly, membuat kinerja ekspor SRIL turun US$2 juta dari US$191 juta pada kuartal I-2019 menjadi US$189 juta pada kuartal I-2020.

"Namun, penurunan ekspor kami kompensasi melalui penjualan domestik, sehingga perseroan tetap membukukan penjualan yang stabil di kuartal I-2020," tuturnya.

Sebagai informasi, penjualan perseroan di kuartal I-2020 tercatat tak mengalami perubahan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$317 juta. Namun, laba bersih perseroan tercatat naik tipis 0,62% menjadi US$28,2 juta, dari US$28 juta secara tahunan.

Sponsored

 

Berita Lainnya