Bisnis / Kerja Sama Ekonomi

Tingkatkan kerja sama ekonomi, jurnalis Afsel diundang ke Jakarta

Para jurnalis diharap dapat memberitakan dan menyampaikan informasi yang utuh tentang kesiapan kerja sama Indonesia-Afrika.

Tingkatkan kerja sama ekonomi, jurnalis Afsel diundang ke Jakarta
Para peserta Indonesia Exchange Program berfoto bersama. Foto: LPEI

Sejumlah jurnalis Afrika Selatan baik dari media cetak dan elektronik diundang ke Jakarta dalam rangka memperingati 25 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Afrika Selatan yang bertemakan “Economic Editorial Trip”. Kegiatan ini secara khusus dilakukan untuk melihat dan mendengar secara langsung kesiapan kerja sama ekonomi antara kedua Negara tersebut. 

Dari kunjungan ini, diharapkan para jurnalis dapat memberitakan dan menyampaikan informasi yang utuh tentang kesiapan kerja sama Indonesia-Afrika, sehingga volume perdagangan, investasi dan pariwisata antar kedua negara bisa ditingkatkan.

Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, Sinthya Roesly, mengatakan kali ini pihaknya menggandeng Kementerian Luar Negeri untuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan Indonesia Exchange Program. Diharapkan dari kegiatan ini bisa meningkatkan penetrasi ekspor Indonesia ke pasar prospektif.

Indonesia Exchange Program, kata Sinthya, merupakan salah satu bentuk program kerja sama yang diinisiasi oleh Indonesia Eximbank dengan tujuan memberi manfaat antarlembaga maupun negara. Caranya, melalui pertukaran data dan informasi, serta pertukaran pengetahuan melalui program capacity building. 

“Kami menyambut baik kunjungan KBRI Afrika Selatan bersama dengan wartawan yang hadir. Kami berharap, kunjungan ini nantinya dapat semakin mempererat kerja sama kedua negara untuk komoditas yang lebih beragam lagi,” kata Sinthya di Kantor Pusat LPEI di Jakarta pada Selasa, (4/12).

Dalam kunjungan ini, LPEI juga memfasilitasi pertemuan para jurnalis Afrika Selatan dengan sejumlah kementerian. Itu antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pariwisata. Juga perwakilan BUMN PT Wijaya Karya.

Selain itu, hadir pula Special Mission Vehicles (SMV) di bawah Kementerian Keuangan seperti PT SMI, PT SMF, dan PT PII. 
Dalam pertemuan itu, kata Sinthya, semua pihak yang hadir masing-masing memperkenalkan tugas pokoknya, perkembangan ekonomi, serta pencapaian-pencapaian selama ini yang telah diraih.

Sementara materi yang dibahas antara lain hubungan kerja sama serta transaksi potensial dalam perdagangan dan investasi berkelanjutan antara Indonesia dan Afrika, National Interest Account, kerja sama dan diplomasi Indonesia-Afrika, perkembangan dan strategi ekonomi.

Kemudian hasil pengukuran dampak ekonomi, peningkatan kualitas infrastruktur, perkembangan serta nilai dari Lembaga atau kementerian, performa pariwisata dan hubungannya dengan kegiatan “Economic Editorial Trip”, serta kerja sama pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan negara-negara di Afrika yang pembiayaannya berasal dari LPEI.

Selain kerja sama dengan Afsel, LPEI sebelumnya juga memberikan pembiayaan ekspor pesawat PT Dirgantara Indonesia ke Senegal dan pembangunan proyek 3.950 unit apartemen di Aljazair yang saat ini sedang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya. 

“Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih potensial untuk Indonesia dan Afrika Selatan, serta meningkatkan awareness kepada stakeholders di Afrika Selatan bahwa Indonesia merupakan trading partner yang berpotensi melakukan kerja sama ekonomi di masa mendatang,” kata Sinthya.

Adapun para jurnalis yang hadir antara lain dari South African Broadcasting Corporation, Diplomatic Informa, Pretoria News, Western Cape Town, dan Citypress/News 24. 


Kolom

Infografis