sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wapres yakin Indonesia jadi pemain utama industri keuangan syariah dunia

Keuangan syariah akan mampu membangkitkan ekonomi rakyat.

Fathor Rasi
Fathor Rasi Rabu, 22 Sep 2021 14:00 WIB
Wapres yakin Indonesia jadi pemain utama industri keuangan syariah dunia

Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin meyakini potensi industri halal cukup besar, bahkan Indonesia bisa menjadi pemain utama industri keuangan syariah dunia.

Ia kemudian menjelaskan potensi-potensi di sektor industri halal dengan merujuk data Bank Indonesia (BI), bahwa pertumbuhan rantai nilai halal atau halal value chain (HVC) untuk produk fesyen muslim dan kosmetik halal meningkat.

Pun sektor pertanian dan makanan halal, sebagai pendukung utama HVC, berada di atas pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) nasional. Selain itu, nilai ekspor bahan makanan halal Indonesia juga mengalami peningkatan, dari sekitar 30 miliar Dolar AS pada 2019 menjadi sekitar 34 miliar Dolar AS pada 2020.

Ia melanjutkan, inisiatif-inisiatif strategis yang telah dan sedang dikembangkan pemerintah bersama BI serta Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dalam penguatan HVC, di antaranya berupa penguatan sistem jaminan halal melalui sertifikasi halal gratis bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dan penetapan kawasan industri halal di Sidoarjo, Jawa Timur; Cikande, Banten; dan Bintan, Kepulauan Riau. Selain itu, ada pula peningkatan kapasitas pelaku usaha syariah.

“Peningkatan kapasitas pelaku usaha syariah dilakukan melalui penguatan ekosistem HVC sektor pertanian terintegrasi, halal food, serta fashion muslim,” ujar Wapres dalam sambutannya saat membuka "Indonesia Sharia Summit 2021," secara virtual, Rabu (22/09/2021).

Pada kesempatan itu, Wapres juga menyinggung soal penguatan infrastruktur pendukung industri keuangan syariah, yakni melalui penyusunan Core Principles for Effective Islamic Deposit Insurance Systems (CPIDIS) oleh Working Group International Association of Deposit Insurers and Islamic Financial Services Board (IADI-IFSB), yang diketuai oleh LPS.

Pemerintah, jelasnya, senantiasa terus melakukan upaya-upaya penguatan regulasi dan tata kelola, digitalisasi, riset dan inovasi, penguatan sumber daya manusia, peningkatan kesadaran dan literasi ekonomi dan keuangan syariah.

“Program-program yang telah dikeluarkan, antara lain, Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Gerakan Cinta Zakat, inovasi produk dengan penerbitan Cash Waqf Linked Sukuk, digitalisasi dan sharing platform, serta optimalisasi penyaluran dana sosial syariah untuk membantu penanganan pandemi COVID-19,” imbuhnya.

Sponsored

Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia ini menyampaikan, pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah sebagai strategi penting untuk meningkatkan ekonomi umat dilakukan dengan membangun pusat-pusat inkubasi pengusaha, dan pusat pengembangan bisnis syariah di berbagai daerah.

“Upaya ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara KNEKS, MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), dan KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia,” ucapnya disitat dari laman Setkab.

Dengan potensi yang dimiliki Indonesia tersebut, ia berharap ekonomi dan keuangan syariah akan mampu membangkitkan ekonomi rakyat dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Berita Lainnya
×
tekid