sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Percepat turunkan stunting, Bupati Klaten minta posyandu kembali diaktifkan

"Posyandu yang sempat tidak dilakukan karena pandemi dan imuniasasi harap untuk diaktifkan lagi demi penurunann stunting,” Bupati Klaten

Dessy Nuraulia Budiyanto
Dessy Nuraulia Budiyanto Jumat, 03 Jun 2022 16:45 WIB
Percepat turunkan stunting, Bupati Klaten minta posyandu kembali diaktifkan

Bupati Klaten, Sri Mulyani, meminta kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan imunisasi kembali diaktifkan mengingat pandemi Covid-19 sudah melandai.  Hal itu merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya.

“Perencanaan stunting harus secara matang untuk menurunkan stunting di Kabupaten Klaten.  Posyandu yang sempat tidak dilakukan karena pandemi dan imuniasasi harap untuk diaktifkan lagi demi penurunann stunting,” ujar Sri Mulyani saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) percepatan penurunan stunting di Pendopo Setda Kabupaten Klaten, Jum’at (3/6).

Sri Mulyani juga meminta kepada seluruh stakeholder terutama di desa untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan agar Kabupaten Klaten bisa mencetak generasi penerus menjadi generasi yang hebat, cerdas sehat, dan bisa mengisi kemerderdekaan.

“Dengan ikrar dalam rangka penurunan angka stunting dan  tanda tangan sebagai komitmen bersama. Semoga bisa meneguhkan bersama keyakinan kita, menambah semangat kita untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DisosP3AKPPKB Kabupaten Klaten, Much Nasir, menjelaskan kondisi stunting di Kabupaten Klaten target angkat stunting nasional saat ini diangka dari 27,7 % harus turun ditahun 2024 menjadi 14%. Penurunan angka stunting merupakan program prioritas nasional.

Nasir mengungkapkan Ia kondisi Kabupaten Klaten berdasarkan penimbangan serentak di Kabupaten Klaten 2017 hingga tahun 2021 mencapai 8,86%, kendalanya saat pandemi penimbangan serentak belum optimal.

“Menurut (Studi Status Gizi Indonesia) SSGI Kabupaten Klaten diangka 15,8 % diurutan enam terendah se Jawa Tengah dan dibawah rata-rata angka Jawa Tengah yaitu 20,9 %. Namun karena ini merupakan skala prioritas nasional maka Kabupaten Klaten terus berkomitmen menekan angka stunting hingga dititik paling rendah,” pungkasnya.

Dilakukannya kegiatan Rakorda tersebut sebagai penguatan komitmen dan peran pemerintah serta mitra kerja dalam meningkatkan akses kualitas kerja program bangga kencana percepatan penurunan stunting.

Sponsored
Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB
×
tekid