sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

436 WNI peserta tablig akbar di India jalani proses hukum

Tablig akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, itu telah dikaitkan dengan ribuan kasus infeksi Covid-19 di India.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 17 Jul 2020 14:14 WIB
436 WNI peserta tablig akbar di India jalani proses hukum
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha menyatakan, 436 WNI peserta tablig akbar di India telah menjalani proses persidangan. Mereka termasuk dalam total lebih dari 700 WNI anggota Tablighi Jamaat yang berada di India dan mengikuti tablig akbar di negara tersebut pada pertengahan Maret.

Tablig akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, itu telah dikaitkan dengan ribuan kasus infeksi Covid-19 di India.

"Untuk mempercepat proses hukum, telah dilakukan pengadilan secara maraton mulai 14 Juli," jelas Judha dalam pengarahan media secara virtual pada Jumat (17/7).

Pengadilan diprioritaskan bagi WNI peserta tablig akbar yang berada di sekitar New Delhi. Proses persidangan berlangsung secara virtual di empat lokasi penampungan di kota tersebut.

Judha menjelaskan, perwakilan KBRI New Delhi berserta pengacara yang telah ditunjuk melakukan pendampingan hukum di empat titik tersebut demi memastikan semua hak-hak WNI terpenuhi dengan baik.

"Pada 14 Juli, 150 WNI disidangkan, kemudian 197 WNI pada 15 Juli, dan 89 WNI pada 16 Juli," kata Judha. "Dakwaan yang dikenakan antara lain pelanggaran visa, pelanggaran ketentuan karantina, dan pelanggaran terkait penanganan bencana," jelas dia.

Mayoritas WNI yang menjalani proses hukum mengajukan plea bargain atau mengaku melanggar aturan tetapi tidak ada niat untuk secara sengaja melakukannya.

"Keputusan hakim sampai saat ini masih ditunggu. Namun, merujuk beberapa kasus sebelumnya yang sudah disidangkan, rata-rata pelanggar akan dikenakan denda sebesar 5.000 hingga 10.000 rupee (Rp985.000-Rp1,9 juta)," jelas Judha.

Sponsored

Setelah seluruh proses hukum selesai, Kemlu RI, KBRI New Delhi, dan KJRI Mumbai akan memfasilitasi proses repatriasi melalui mekanisme repatriasi mandiri.

Sejauh ini, India mencatat 1.005.637 kasus positif Covid-19, termasuk 25.609 kematian dan 635.502 pasien yang dinyatakan sembuh.

Berita Lainnya