close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto Pixabay
icon caption
Ilustrasi. Foto Pixabay
Dunia
Jumat, 03 Maret 2023 19:15

70 kuda nil warisan raja narkoba Pablo Escobar mulai meresahkan

Pakar margasatwa memperkirakan ada sekitar 130 kuda nil di daerah di provinsi Antioquia
swipe

Kolombia sedang mempertimbangkan untuk merelokasi hampir 70 kuda nil, keturunan empat yang diimpor dari Afrika secara ilegal oleh mendiang gembong narkoba Pablo Escobar pada 1980-an dari India dan Meksiko.

Langkah tersebut merupakan bagian dari langkah Columbia untuk mengendalikan populasi kuda nil, yang telah menyebar jauh melampaui peternakan Hacienda Napoles, yang terletak 200 km dari Bogota di sepanjang Sungai Magdalena.

Pakar margasatwa memperkirakan ada sekitar 130 kuda nil di daerah di provinsi Antioquia dan populasinya bisa mencapai 400 ekor dalam delapan tahun.

Kuda nil tersebut adalah keturunan dari empat kuda nil yang diimpor secara ilegal dari Afrika oleh gembong narkoba Pablo Escobar pada 1980-an. Setelah kematian Escobar pada tahun 1993, kuda nil dibiarkan bebas berkeliaran di perkebunan. Selama bertahun-tahun, populasi kuda nil telah berkembang menjadi lebih dari 130 ekor, menjadikannya populasi kuda nil liar terbesar yang diketahui di luar Afrika.

Hewan dan peternakan itu sendiri kini telah menjadi daya tarik wisata di daerah tersebut, tetapi mereka juga menimbulkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap ekosistem lokal dan potensi bahaya yang ditimbulkannya bagi manusia.

Masalah konservasi 

Sebagian besar ahli konservasi percaya bahwa kuda nil bermasalah dan invasif di Kolombia, karena mereka memiliki potensi untuk mengubah ekosistem, memberi makan banyak tanaman dan menggusur spesies asli seperti manatee India Barat, berang-berang neotropis, caiman berkacamata, dan kura-kura.

Pada tahun 2020, sebuah penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar nutrisi dan cyanobacteria di danau Kolombia yang dihuni oleh kuda nil. 

Cyanobacteria dapat menyebabkan ledakan ganggang beracun dan kematian fauna air. Berbeda dengan penentangan oleh sebagian besar ahli konservasi, beberapa ahli ekologi berpendapat bahwa mereka harus tetap ada dan bahkan mungkin memiliki efek positif pada lingkungan setempat. Yang lain berpendapat bahwa kuda nil Kolombia harus dianggap sebagai populasi yang aman, terisolasi dari ancaman yang dihadapi oleh kuda nil Afrika, dan bahwa mereka dapat bermanfaat bagi industri ekowisata lokal. 

Apa yang akan terjadi pada kuda nil? Rencananya adalah untuk memancing kuda nil ke dalam wadah besi besar menggunakan makanan, dan kemudian mengangkutnya ke bandara di Rionegro. 
Sekitar 60 kuda nil akan diterbangkan ke Kerajaan Penyelamatan & Rehabilitasi Zoologi Hijau di negara bagian Gujarat, India, sementara 10 kuda nil akan diterbangkan ke berbagai kebun binatang dan cagar alam di sekitar Meksiko. 

Dua kuda nil lagi juga bisa dikirim ke Ekuador. Pejabat departemen di Antioquia mengatakan rencana tersebut telah berjalan selama lebih dari setahun. "Itu mungkin dilakukan, kami sudah memiliki pengalaman merelokasi kuda nil di kebun binatang nasional," kata David Echeverri López, juru bicara otoritas lingkungan lokal Cornare, yang akan bertanggung jawab atas relokasi tersebut. 

Dalam beberapa tahun terakhir, ada berbagai usulan untuk mengelola populasi kuda nil, termasuk sterilisasi, pemusnahan, atau menangkap dan memindahkannya ke kebun binatang atau taman margasatwa. Namun, masih ada perdebatan tentang tindakan terbaik, dan nasib kuda nil Pablo Escobar masih belum pasti.(oneindia)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan