sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

China dan Prancis teken kesepakatan senilai US$15 miliar

Kesepakatan yang dicapai kedua negara mencakup bidang aeronautika, energi dan pertanian.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Rabu, 06 Nov 2019 17:40 WIB
China dan Prancis teken kesepakatan senilai US$15 miliar

China dan Prancis menandatangani kontrak senilai US$15 miliar selama kunjungan Presiden Emmanuel Macron. Demikian diungkapkan seorang pejabat Tiongkok dalam jumpa pers pada Rabu (6/11).

Kesepakatan yang dicapai kedua negara mencakup bidang aeronautika, energi dan pertanian, termasuk persetujuan bagi 20 perusahaan Prancis untuk mengekspor unggas, daging sapi dan babi ke China.

Menurut pernyataan dari kantor Presiden Prancis, kedua negara juga sepakat untuk memperluas protokol bagi ekspor unggas yang dicapai tahun ini untuk memasukkan bebek, angsa serta foie gras, dan untuk merampungkan protokol yang memungkinkan Prancis untuk mengekspor semen babi ke China. 

Macron mendarat di China pada Senin (4/11) dan dijadwalkan meninggalkan negara itu pada Rabu malam.

Kesepakatan di bidang energi mencakup nota kesepahaman antara Beijing Gas Group dan perusahaan listrik Prancis, Engie, untuk berkolaborasi pada terminal dan penyimpanan gas alam cair di Kota Tianjin.

Engie juga akan memasok teknologi membran, yang digunakan untuk mencegah kebocoran gas. China saat ini memiliki proyek penyimpanan gas besar-besaran.

Di antara kesepakatan lainnya, perusahaan Prancis, Total, akan membentuk usaha patungan dengan Shenergy Group untuk mendistribusikan LNG dengan truk di Delta Sungai Yangtze.

Kedua negara telah setuju untuk mencapai kesepakatan pada akhir Januari tentang biaya dan lokasi fasilitas pemrosesan ulang bahan bakar nuklir yang dibangun oleh Orano, sebelumnya dikenal sebagai Areva.

Sponsored

Ada pun rencana untuk membangun pabrik di Lianyungang di Provinsi Jiangsu dibatalkan setelah sejumlah protes.

Secara terpisah, kantor berita China Xinhua melaporkan bahwa Tiongkok akan mendukung pembelian pesawat Airbus oleh maskapainya, sementara investasi oleh Airbus di China juga akan ditingkatkan.

"China dan Prancis berharap untuk meningkatkan kerja sama, khususnya di sektor helikopter serta pada mesin pesawat terbang dan pelatihan pilot," sebut Xinhua.

Pada Rabu, Macron dan Xi juga merilis pernyataan bersama yang menegaskan kembali dukungan kuat mereka bagi Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim setelah Amerika Serikat secara resmi memulai proses untuk keluar dari pakta itu.

Ini merupakan lawatan kedua Macron ke Tiongkok sejak dia menjabat pada 2017.

Sumber : Reuters