sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Goo Hara meninggal, bullying kembali jadi sorotan

Kematian Goo Hara datang sebulan setelah bintang K-Pop lainnya, Sulli, bunuh diri karena sering menjadi korban perundungan di dunia maya.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 25 Nov 2019 19:07 WIB
Goo Hara meninggal, bullying kembali jadi sorotan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 373.109
Dirawat 64.032
Meninggal 12.857
Sembuh 297.509

Para penggemar berduka dan perdebatan terkait bullying di dunia maya kembali timbul pada Senin (25/11), setelah bintang K-Pop dan korban revenge porn, Goo Hara, ditemukan tewas di rumahnya di Cheongdam, Seoul, pada Minggu (24/11).

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kematian perempuan berusia 28 tahun itu. Kantor berita Yonhap melaporkan, polisi tidak menyampingkan bunuh diri sebagai penyebab tewasnya Goo Hara. 

Jika terbukti bunuh diri, itu akan menjadikan Goo Hara bintang K-Pop kedua dalam sebulan terakhir yang mengambil nyawanya sendiri. Sebelumnya, mantan personel girl band f(x), Sulli, ditemukan tewas di rumahnya pada 14 Oktober.

Pada Mei, Goo Hara yang merupakan mantan anggota girl band Kara itu meminta maaf kepada penggemarnya setelah dia dirawat di rumah sakit akibat melakukan upaya bunuh diri. Saat itu dia mengatakan dirinya sedang menderita akibat sejumlah masalah.

Pada 2018, Goo Hara dilecehkan oleh mantan pacarnya, Choi Jong-bum. Pria itu mengancam akan membocorkan video seks mereka ke dunia maya.

Choi Jong-bum mengancam akan mengakhiri karier Goo Hara dengan video seks itu. Sebuah rekaman CCTV menunjukkan Goo Hara berlutut di hadapan mantan pacarnya, memohon agar dia untuk tidak melakukannya.

Di Korea Selatan yang tergolong konservatif, perempuan yang tampil dalam video revenge porn akan mendapat stigma dan diisolasi secara sosial meski mereka merupakan korban dari kejahatan seksual.

Pada Agustus, Choi Jong-bum dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman satu setengah tahun penjara atas sejumlah kejahatan termasuk pemerasan. Dia membantah segala tuduhan dan telah mengajukan banding.

Sponsored

Meski begitu, setelah insiden percobaan bunuh diri, Goo Hara telah menjadi sasaran perundungan para netizen di Korea Selatan. Akun Instagram Goo Hara kerap dibanjiri dengan komentar kebencian tentang penampilannya serta sejarahnya dengan Choi Jong-bum.

Goo Hara memulai debutnya pada 2008 bersama Kara dan merintis karier solo setelah grup itu bubar pada 2016. Dia baru saja menyelesaikan tur di Jepang pekan lalu.

Kematiannya memicu lebih dari 20.000 orang menandatangani petisi online yang menuntut agar Gedung Biru menjatuhkan hukuman yang lebih berat atas kejahatan di dunia maya dan komentar online yang kejam.

"Belum lama ini kami kehilangan seseorang akibat komentar kebencian dan ini tidak boleh terjadi lagi. Tolong lindungi orang-orang dari komentar kebencian yang menyebar seperti virus," bunyi penjelasan di petisi itu.

Komentar kebencian

Korea Selatan memiliki salah satu angka bunuh diri tertinggi di dunia. Menurut data pemerintah, bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian bagi mereka yang berusia di bawah 40 tahun.

Pemikiran tabu soal gangguan mental juga menghalangi banyak warga Korea Selatan untuk mencari bantuan profesional.

Kematian Goo Hara datang sebulan setelah bintang K-Pop lainnya, Sulli, bunuh diri karena sering menjadi korban perundungan di dunia maya.

Di balik kemewahannya, industri K-Pop dikenal karena daya saingnya yang ketat, kurangnya privasi, perundungan dari publik dan tekanan untuk mempertahankan citra yang baik setiap saat.

Bintang K-Pop seperti Goo Hara dan Sulli direkrut oleh agensi saat mereka masih remaja dan hidup di bawah kendali ketat dengan hari-hari dipenuhi latihan menyanyi dan menari.

Awal tahun ini, Goo Hara sempat berbicara tentang komentar kasar yang dia terima, depresi dan kehidupannya sebagai seorang selebritas.

"Sebagai selebritas, kita harus berhati-hati dalam mengambil setiap langkah, kita menderita rasa sakit yang tidak dapat kita ceritakan bahkan dengan teman atau keluarga," kata Goo Hara.

Goo Hara meminta netizen untuk berpikir terlebih dahulu sebelum mengunggah komentar kebencian kepada orang lain.

"Kalian semua memiliki kebebasan berekspresi, tetapi bisakah kalian berpikir sejenak sebelum mengunggah komentar kebencian?," ungkap dia.

Para penggemar Goo Hara berduka atas kematiannya. Mereka menyesal bahwa dia tidak mendapat dukungan yang dibutuhkan saat dia masih hidup.

"Setelah Sulli dan Goo Hara, berapa banyak lagi korban yang harus jatuh agar kalian memahami bahwa komentar kebencian menyakiti orang lain?," tulis seorang penggemar Goo Hara di Instagram. (AFP dan Washington Post)

Berita Lainnya