logo alinea.id logo alinea.id

Government shutdown era Donald Trump pecahkan rekor

Government shutdown atau penutupan pemerintahan telah berlangsung sejak 22 Desember. Ini merupakan yang terlama sepanjang sejarah AS.

Khairisa Ferida
| Khairisa Ferida Minggu, 13 Jan 2019 08:22 WIB
Government shutdown era Donald Trump pecahkan rekor

Penutupan sebagian pemerintah Amerika Serikat atas permintaan Donald Trump demi mendapatkan pendanaan senilai US$5,7 miliar bagi dinding perbatasan dengan Meksiko memasuki hari ke-22 pada Sabtu (12/1) waktu setempat, menjadikannya government shutdown terlama sepanjang sejarah Negeri Paman Sam. 

Akhir shutdown hingga kini belum dapat diprediksi.

"Kita akan keluar dari krisis berkepanjangan jika Demokrat kembali dari 'liburan' mereka dan mulai bekerja. Saya di Gedung Putih siap menandatangani," ungkap Trump.

Demokrat mengatakan Trump menutup pemerintahan dalam emosi yang meledak-ledak dengan menolak mengesahkan RUU pendanaan bipartisan yang mengecualikan pendanaan dinding perbatasan tahun lalu.

Shutdown terlama sebelumnya terjadi di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton, yakni pada 1995-1996, selama 21 hari.

Sumber: Reuters

Sponsored

Sekitar 800.000 pekerja Federal yang terdampak akan kehilangan gaji pertama mereka pada Jumat. Dan hal tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang tekanan keuangan pada para pekerja, termasuk pengontrol lalu lintas udara dan keamanan bandara yang saat ini terus bekerja tanpa upah.

Beberapa di antara pekerja terpaksa menjual harta benda atau mengajukan penggalangan dana online untuk membantu membayar berbagai tagihan.

Otoritas Bandar Internasional Miami menerangkan akan menutup salah satu terminalnya lebih awal selama beberapa hari ke depan, menyusul kekurangan petugas keamanan.

Serikat pekerja yang mewakili ribuan pengontrol lalu lintas udara menggugat Administrasi Penerbangan Federal pada Jumat lalu. Mereka menegaskan lembaga itu telah melanggar UU upah federal dengan gagal menggaji pekerja. 

Setidaknya, itu merupakan gugatan ketiga yang diajukan oleh serikat atas nama pekerja yang tidak dibayar.

Kepala Secret Service yang bertanggung jawab untuk melindungi Trump telah memperingatkan jajarannya bahwa tekanan finansial dapat memicu depresi dan kecemasan.

"Waspada ciri-ciri peringatan dari masalah tersebut," tulis Randolph Alles dalam sebuah memo.

Administrasi Keamanan Transportasi (TSA), yang bertanggung jawab atas keamanan bandara menjelaskan, tingkat kehadiran yang tidak dijadwalkan naik menjadi 5,6% pada Sabtu kemarin dibanding 3,3% pada tahun lalu. 

Sementara itu, Administrasi Penerbangan Federal, yang mengawasi pengawas lalu lintas udara, mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan angka cuti sakit yang tidak biasa di antara para pekerja. Mereka menekankan, tidak ada gangguan pada operasi pengendalian lalu lintas udara.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Trump mempertimbangkan kemungkinan mendeklarasikan darurat nasional untuk mengakhiri shutdown dan memungkinkannya mendapat pendanaan bagi dinding perbatasan dengan menghindari persetujuan Kongres. Namun, pada Jumat lalu dia mengatakan bahwa opsi tersebut tidak akan diambilnya saat ini.

Keadaan darurat nasional akan memungkinkan Trump untuk mengalihkan uang dari proyek lain untuk membiayai pembangunan dinding perbatasan.

"Demokrat harus kembali ke Washington dan bekerja untuk mengakhiri shutdown, dan pada saat bersamaan mengakhiri krisis kemanusiaan mengerikan di Perbatasan Selatan. Saya di Gedung Putih menunggu Anda," twit Trump.

Trump juga mendesak 57,2 juta pengikutnya di Twitter untuk menghubungi anggota Kongres Demokrat dan menuruti permintaannya.

Bagi Demokrat, pembangunan dinding perbatasan yang menjadi salah satu janji utama Trump dalam kampanye Pilpres 2016, tidak efektif dan sebuah langkah usang untuk mengatasi persoalan yang kompleks. Demokrat telah meloloskan sejumlah RUU sebagai upaya membuka kembali pemerintahan dengan mengecualikan pendanaan dinding perbatasan, namun RUU tersebut diabaikan Senat yang dikendalikan oleh Republikan. 

Trump awalnya berjanji bahwa Meksiko akan membayar pembangunan dinding, yang menurutnya diperlukan untuk membendung aliran imigran gelap dan narkoba. Faktanya, Meksiko menolak mentah-mentah.

Sejumlah kementerian AS, termasuk Keuangan, Energi, Perdagangan dan Luar Negeri, ditutup ketika pendanaan berakhir pada 22 Desember. Pendanaan untuk bagian lain dari pemerintah, termasuk Pertahanan dan Kongres telah disetujui sehingga memungkinkan mereka untuk melanjutkan operasi reguler.

Trump telah berulang kali menggambarkan situasi di perbatasan Meksiko sebagai krisis kemanusiaan.

Sumber : Reuters