close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Foto: Yahoonews
icon caption
Foto: Yahoonews
Dunia
Rabu, 29 November 2023 11:29

Gusarnya pengusaha anjing di Korsel

Mereka mengancam akan melepaskan dua juta anjing di sekitar kantor kepresidenan di Yongsan-gu, Seoul. 
swipe

Pelaku bisnis dan penggemar kuliner daging anjing di Korea Selatan sedang gelisah. Pada 2027, bisnis kuliner itu terancam diberangus. Federasi terkait bisnis daging anjing di Negeri Gingseng itu pun bergejolak. Mereka mengancam akan melakukan aksi yang berpotensi mencakar dan menggigit. 

Federasi Daging Anjing, Daehan Yukgyeon Hyephoi berjanji akan mengadakan protes pada tanggal 30 November menentang tindakan pemerintah yang melarang konsumsi daging anjing. Bukan hanya dengan teriak-teriak, mereka mengancam akan melepaskan dua juta anjing di sekitar kantor kepresidenan di Yongsan-gu, Seoul. 

Kelompok yang terdiri dari operator peternakan daging anjing dan pemilik restoran daging anjing Korsel itu, sebelaumnya mengadakan protes di depan Peringatan Perang Korea di Yongsan, tepat di seberang jalan dari kantor Presiden Yoon Suk-yeol.

Kelompok tersebut memperingatkan bahwa mereka akan melepaskan anjing-anjing tersebut di Yongsan dan di depan kediaman Menteri Pertanian Chung Hwang-keun di provinsi Chungcheong Selatan.

“Setiap peserta akan berada di sana dengan setidaknya satu ekor anjing. Apakah anjing-anjing itu akan dilepasliarkan atau tidak, itu tergantung pada kebijaksanaan masing-masing peserta,” kata kelompok itu kepada media lokal.

Pemerintahan Yoon dan partai berkuasa bermaksud untuk mengusulkan undang-undang yang akan melarang penjualan daging anjing pada tahun 2027, yaitu saat masa jabatan Yoon akan berakhir.

RUU khusus tersebut akan melarang peternakan anjing untuk diambil dagingnya, menyembelihnya, mendistribusikan dagingnya, dan melarang restoran serta bisnis apa pun yang terkait dengan daging anjing. Pelanggar undang-undang yang diusulkan akan dikenakan hukuman pidana.

Jika RUU khusus ini disahkan oleh Majelis Nasional, maka pelaku industri daging anjing akan diberikan tenggang waktu tiga tahun.

Upaya pemerintah untuk mengakhiri konsumsi daging anjing, yang didukung penuh oleh Ibu Negara Kim Keon-hee, telah memicu kontroversi di Korea Selatan, dimana konsumsi daging anjing bukanlah hal yang umum namun tidak pernah dibatasi oleh undang-undang.

Jajak pendapat Gallup Korea pada bulan Agustus 2022 terhadap 1.514 orang dewasa di seluruh negeri menunjukkan bahwa 85,5 persen responden tidak makan daging anjing, sementara 80,7 persen mengatakan mereka tidak pernah berencana untuk makan daging anjing. 

Lebih dari separuh masyarakat Korea Selatan – 55,8 persen – berpendapat bahwa makan daging anjing harus dihentikan, sementara 28,4 persen berpendapat bahwa praktik tersebut harus terus dilakukan, menurut jajak pendapat Gallup.

Mereka yang berkecimpung dalam industri daging anjing mengatakan bahwa rencana pemerintah tersebut tidak memiliki langkah-langkah khusus untuk mendukung transisi ke mata pencaharian lain jika RUU tersebut disahkan. Federasi Daging Anjing telah mendesak pemerintah untuk menunda rencana tersebut untuk sementara waktu, karena mayoritas dari mereka yang terlibat dalam industri ini berusia 60-an dan hampir pensiun.

Mereka mengatakan pelarangan daging anjing akan menghancurkan mata pencaharian mereka, dan juga membatasi pilihan yang tersedia bagi pengunjung dengan menghilangkan menu hidangan yang di semenanjung Korea secara tradisional dikonsumsi untuk mengatasi panasnya musim panas, namun saat ini hanya dimakan oleh beberapa orang lanjut usia. 

“Jika saya harus menutup usaha, dengan kondisi keuangan yang saya alami, tidak ada jawaban atas apa yang dapat saya lakukan,” kata Lee Kyeong-sig, yang mengelola sebuah peternakan di luar Seoul yang memelihara hingga 1.100 anjing. "Saya sudah melakukan ini selama 12 tahun dan ini sangat mendadak."

Kementerian Pertanian menolak memberikan rincian mengenai besarnya industri ini, namun Asosiasi Anjing yang Dapat Dimakan Korea mengatakan bahwa lebih banyak peternakan dan restoran dibandingkan yang disebutkan oleh pemerintah yang akan terkena dampaknya.

Namun, sebuah komite pemerintah-sipil yang diluncurkan pada tahun 2022 mengenai undang-undang larangan daging anjing melakukan penelitian di seluruh negeri dan menemukan bahwa terdapat 1.156 peternakan di Korea Selatan yang membiakkan anjing untuk diambil dagingnya, dan sekitar 1.600 restoran mengonsumsi rata-rata 388.000 anjing setiap tahunnya.

Sementara Asosiasi Anjing yang Dapat Dimakan Korea tersebut mengatakan terdapat 3.500 peternakan yang memelihara 1,5 juta anjing dan 3.000 restoran harus ditutup, hampir dua kali lipat dari jumlah yang dinyatakan oleh para pejabat.

Nam Sung-gue yang menjalankan restoran yang menjual boshintang daging anjing, atau sup yang "memulihkan", selama 30 tahun terakhir, mengatakan larangan itu tidak adil, meskipun bisnisnya sedang menurun dengan cepat.

“Jika mereka mencoba melarang makanan yang sudah lama dimakan orang, itu adalah undang-undang yang salah, undang-undang yang merampas kebebasan memilih apa yang kita makan,” katanya.

Banyak penentang larangan tersebut menyalahkan Ibu Negara Kim Keon Hee, seorang kritikus vokal terhadap konsumsi daging anjing yang bersama suaminya Presiden Yoon Suk Yeol memiliki enam anjing.

Ketika ditanya tentang pengaruh Kim, seorang pejabat di kantor kepresidenan mengatakan: "Baik di dalam negeri maupun di luar negeri terdapat dukungan dan konsensus, serta dari partai oposisi."

An Byung-gil, anggota parlemen dari partai berkuasa yang merupakan sponsor utama RUU tersebut, juga mengatakan bahwa waktunya sudah matang untuk perubahan. “Walaupun ada sesuatu yang menjadi bagian dari tradisi, namun apa yang perlu diubah harus diubah,” ujarnya.(reuters,straitstimes,euronews)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan