sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

IMF: Perang dagang dapat tekan pertumbuhan ekonomi global

IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,5% pada 2019.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 21 Jan 2019 21:35 WIB
IMF: Perang dagang dapat tekan pertumbuhan ekonomi global
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 27549
Dirawat 17951
Meninggal 1663
Sembuh 7935

Dana Moneter Internasional atau IMF memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan akibat perang dagang dapat merusak pertumbuhan ekonomi global.

Dalam laporan teranyar tentang prospek ekonomi dunia, IMF juga memperingatkan risiko dari Brexit tanpa kesepakatan atau no-deal Brexit.

IMF memperkirakan ekonomi global tumbuh 3,5% pada 2019 dan pada Oktober menjadi 3,7%.

Sementara itu, Inggris diprediksikan tumbuh 1,5% pada 2019 dan tahun berikutnya. Namun, disebutkan ada ketidakpastian substansial di sekitar angka tersebut.

Prediksi global tersebut mewakili pertumbuhan yang lemah dibanding tahun lalu.

Kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan China telah berkontribusi pada penurunan pertumbuhan sebelumnya.

IMF juga memperkirakan perlambatan China akan berlanjut. Perkiraan untuk tahun ini dan selanjutnya adalah 6,2%.

Laporan teranyar IMF juga merevisi ekonomi maju, khususnya zona euro. Itu mencerminkan gangguan pada industri motor di Jerman yang dipicu standar baru emisi bahan bakar.

Sponsored

Ada juga kekhawatiran tentang Italia, di mana pasar keuangan dibuat resah oleh rencana pemerintah untuk meningkatkan pengeluaran. Kelemahan sistem perbankan di negara itu pun masih berlanjut.

Ketidakpastian Brexit

Prospek untuk Inggris sangat tidak pasti, meski ada sedikit revisi ke atas untuk proyeksi tahun depan. Angka pada 2019 tidak berubah.

Prediksi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa kesepakatan Brexit tercapai tahun ini dan ada transisi bertahap ke hubungan baru dengan Uni Eropa. 

IMF, sebelumnya telah memperingatkan bahwa Brexit tanpa kesepakatan akan memberi konsekuensi substansial bagi ekonomi Inggris.

Ada juga berbagai faktor yang membebani prospek sejumlah negara berkembang dan maju. Iran dipengaruhi oleh sanksi, sementara Arab Saudi oleh melemahnya produksi minyak.

Ekonomi Turki dan Argentina diprediksi mengalami kontraksi, seperti halnya Venezuela. Namun, diperkirakan akan lebih parah dibanding perkiraan sebelumnya.

Ketegangan perdagangan dinilai menjadi kekhawatiran terbesar dan telah menjadi tema berulang dalam penilaian IMF terhadap prospek ekonomi terbaru. Itu tercermin dalam seruan IMF terhadap negara-negara anggotanya.

"Prioritas kebijakan utama bersama adalah negara-negara menyelesaikan perselisihan dagang dan ketidakpastian kebijakan yang dihasilkan secara kooperatif dan segera, dibanding meningkatkan hambatan berbahaya lebih lanjut dan mengacaukan ekonomi global yang sudah melambat," ungkap IMF.

Meningkatnya risiko

IMF pun menuturkan ada risiko dari pasar keuangan.

Kepala ekonom IMF Gita Gopinath menjelaskan, "Sementara pasar keuangan di negara maju tampaknya dipisahkan dari ketegangan perdagangan untuk sebagian besar tahun 2018, keduanya telah terjalin baru-baru ini, memperketat kondisi keuangan dan meningkatkan risiko terhadap pertumbuhan global."

Selain ketegangan perdagangan global, laporan IMF menyebutkan perlambatan yang lebih substansial di China dan Brexit tanpa kesepakatan mungkin memicu kemerosotan di pasar keuangan di masa depan.

Dorongan umum dari laporan ini adalah bahwa IMF mengharapkan pemulihan dari resesi besar 2008-2009 berlanjut.

Sumber : BBC

Berita Lainnya