sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

India dan Turki tegang akibat pernyataan Presiden Erdogan

India telah memanggil Duta Besar Turki Sakir Ozkan Torunlar pada Senin (17/2) untuk menyampaikan protes diplomatik.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 18 Feb 2020 11:11 WIB
India dan Turki tegang akibat pernyataan Presiden Erdogan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

India memanggil Duta Besar Turki pada Senin (17/2), untuk mengajukan protes diplomatik atas pernyataan Presiden Recep Tayyip Erdogan tentang Kashmir sekaligus memperingatkan bahwa hal itu akan berpengaruh pada hubungan bilateral kedua negara.

Selama kunjungannya ke Pakistan pekan lalu, Presiden Erdogan mengatakan bahwa situasi di Kashmir yang dikelola India memburuk akibat perubahan besar yang diperkenalkan New Delhi di wilayah mayoritas muslim tersebut. Erdogan juga menegaskan solidaritas Turki bagi masyarakat Kashmir.

India, yang menganggap seluruh Kashmir sebagai bagian integral wilayahnya, mengatakan kepada Dubes Turki Sakir Ozkan Torunlar bahwa pernyataan Erdogan tidak menunjukkan pemahamannya tentang sejarah perselisihan Kashmir.

"Ini hanyalah satu contoh lagi dari pola Turki yang campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain. Sama sekali tidak dapat diterima," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar.

India mencabut otonomi Kashmir yang dikelolanya pada Agustus 2019 dan menempatkan wilayah itu langsung di bawah pemerintahan federal sebagai cara untuk mengintegrasikan sepenuhnya Kashmir ke India dan memadamkam pemberontakan.

Pakistan, yang mengendalikan sebagian Kashmir, mengecam langkah tersebut. Demikian pula sejumlah negara-negara mayoritas muslim lainnya seperti Malaysia dan Turki.

Malaysia juga telah membuat berang India lewat pernyataan Perdana Menteri Mahathir Mohamad

Pada Oktober, PM Mahathir mengatakan, India telah menyerbu dan menduduki Kashmir. Lalu pada Desember, dia mengungkapkan bahwa India telah memicu keresahan dengan UU Kewarganegaraan barunya, yang menurut para kritikus merusak fondasi sekuler Negeri Hindustan. 

Sponsored

India membalas pernyataan PM Mahathir dengan memboikot sawit Malaysia. Dan para pejabat India mengatakan berencana untuk memangkas beberapa impor dari Turki.

Sejak lama, New Delhi menyalahkan Pakistan karena memicu pemberontakan di wilayah Kashmir yang dikelola India. Dan sekarang, India menuduh Turki berusaha membenarkan terorisme lintas-perbatasan yang dipraktikkan secara terang-terangan oleh Pakistan.

Pakistan telah membantah terlibat langsung dalam gerakan pemberontakan, dengan mengatakan mereka memberikan dukungan diplomatik dan moral kepada masyarakat Kashmir dalam perjuangan untuk penentuan nasib sendiri.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya