sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Industri pariwisata India terdampak protes antipemerintah

Sekitar 200.000 wisatawan domestik dan internasional membatalkan atau menunda perjalanan mereka ke Taj Mahal dalam dua pekan terakhir.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 30 Des 2019 13:36 WIB
Industri pariwisata India terdampak protes antipemerintah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 248852
Dirawat 57796
Meninggal 9677
Sembuh 180797

Industri pariwisata India terpukul oleh gelombang protes antipemerintah yang telah mengguncang sejumlah wilayah di negeri itu sepanjang Desember. Tujuh negara dilaporkan telah merilis imbauan perjalanan. 

Setidaknya 25 orang tewas dalam demonstrasi, yang merupakan wujud penentangan terhadap UU Kewarganegaraan yang mengecualikan umat muslim. UU tersebut disahkan oleh Presiden Ram Nath Kovind pada Kamis (12/12) malam.

Otoritas India memperkirakan sekitar 200.000 wisatawan domestik dan internasional membatalkan atau menunda perjalanan mereka ke Taj Mahal dalam dua pekan terakhir.

"Telah terjadi penurunan 60% pengunjung pada Desember tahun ini," kata Dinesh Kumar, seorang inspektur polisi yang mengawasi kantor polisi khusus wisata di dekat Taj Mahal. Dia membandingkan penurunan tersebut dengan Desember tahun lalu.

"Kami meyakinkan mereka soal perlindungan, namun banyak yang memutuskan untuk menjauh."

Monumen marmer Abad ke-17 yang merupakan mausoleum yang dibangun Shah Jehan untuk istrinya, Mumtaz Mahal, itu terletak di Negara Bagian Uttar Pradesh, di mana angka kematian dalam demonstrasi antipemerintah paling tinggi. 

Sekelompok turis Eropa telah menyatakan mereka berencana untuk mempersingkat perjalanan yang semula dijadwalkan 20 hari.

"Kami semua adalah pensiunan, bagi kami perjalanan itu harusnya tidak tergesa-gesa dan santai. Tajuk utama di berbagai surat kabar telah memicu rasa khawatir dan kami akan pulang lebih cepat dari yang kami rencanakan," kata Dave Millikin, seorang pensiunan bankir yang tinggal di pinggiran London, kepada Reuters. 

Sponsored

Taj Mahal menarik lebih dari 6,5 juta wisatawan setiap tahun, menghasilkan nyaris US$14 juta per tahun dari biaya masuknya. Seorang turis asing harus merogoh kocek sekitar US$15 untuk masuk ke kompleks mausoleum tersebut, namun ada diskon bagi warga dari negara tetangga.

Manajer di sejumlah hotel mewah dan tempat penginapan di sekitar Taj Mahal menuturkan, pembatalan di menit-menit terakhir selama musim perayaan semakin mengurangi optimisme pasar pada saat pertumbuhan ekonomi Negeri Hindustan melambat jadi 4,5%. Itu merupakan laju paling lambat pada lebih dari enam tahun terakhir.

Dalam upaya untuk menekan kekerasan dan kerusuhan, pihak berwenang telah menangguhkan layanan internet ponsel, termasuk di Agra.

"Memblokir internet telah memengaruhi perjalanan dan pariwisata di Agra sekitar 50-60%," ujar Sandeep Arora, presiden Agra Tourism Development Foundation, yang menaungi lebih dari 250 operator tur, hotel, dan pemandu wisata.

Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Israel, Singapura, Kanada, dan Taiwan telah merilis travel advisory atau imbauan perjalanan yang meminta warganya untuk tidak mengunjungi atau berhati-hati ketika mengunjungi sejumlah daerah yang terlibat dalam protes.

Jayanta Malla Baruah, kepala Assam Tourism Development Corp. mengatakan, bahwa Negara Bagian Assam, tempat konsentrasi badak bercula satu terbesar di dunia, dikunjungi rata-rata oleh 500.000 wisatawan selama Desember.

"Tapi kali ini, karena protes yang sedang berlangsung dan imbauan perjalanan dari berbagai negara, jumlahnya turun 90% jika tidak lebih," kata dia.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya