logo alinea.id logo alinea.id

Investasi jadi fokus kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi ke India

Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke India berlangsung selama dua hari dan dimulai pada Selasa (19/2).

Khairisa Ferida Valerie Dante
Khairisa Ferida | Valerie Dante Rabu, 20 Feb 2019 20:06 WIB
Investasi jadi fokus kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi ke India

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengumumkan perjanjian infrastruktur, perdagangan, serta penguatan kerja sama dalam penanggulangan terorisme, keamanan angkatan laut, dan siber dengan India. Itu disampaikannya setelah bertatap muka dengan Perdana Menteri Narendra Modi di New Delhi pada Rabu (20/2).

Pangeran yang kerap disapa MBS tersebut tiba di India pada Selasa (19/2) untuk melakukan kunjungan dua hari, dengan harapan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan energi.

"Hari ini kami mengharapkan peluang yang kami targetkan di berbagai bidang di India melebihi US$100 miliar dalam dua tahun mendatang ... Kami ingin bekerja sama dengan Anda, Pak PM, untuk memastikan investasi ini dilakukan serta menjamin pengembalian yang bermanfaat bagi kedua negara," ujar MBS.  

India dan Arab Saudi menandatangani lima perjanjian di bidang infrastruktur, investasi, pariwisata, perumahan, penyiaran, dan pembentukan dewan kemitraan strategis.

PM India dilaporkan melanggar protokol ketika dia pergi ke bandara dan memeluk sang pangeran yang tengah berusaha membangun kembali reputasinya pasca-pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Seharusnya, PM India bertemu dengan para pemimpin asing dalam sebuah upacara resmi di istana, bukan di landasan pacu bandara.

Baik MBS maupun PM Modi dinilai ingin membina hubungan yang kuat.

"Hubungan antara India dan Arab Saudi ada dalam DNA kami. Orang India adalah bagian dari pembangunan Arab Saudi selama 70 tahun," tutur MBS usai sambutan seremonial di Hyderabad House di New Delhi.

Dalam jumpa pers bersama pada Rabu, PM Modi menuturkan bahwa India selalu memiliki hubungan historis dan bersahabat dengan Arab Saudi. Dia mengklaim memiliki pembicaraan yang komprehensif dengan MBS.

Sponsored

"Hubungan Indian dan Arab Saudi akan menjadi fakto stabilitas perdamaian dan keamanan di kawasan kami dan dunia," ungkap PM Modi dalam wawancaranya dengan Saudi Gazette pada Selasa.

Lawatan MBS ke Negeri Hindustan terjadi setelah sang putra mahkota lebih dulu menyambangi Pakistan, musuh bebuyutan India. Pada Minggu (17/2), MBS mengumumkan perjanjian senilai US$20 miliar dengan Pakistan.

Tur MBS ke Asia bertepatan dengan tengah memanasnya hubungan New Delhi dan Islamabad pasca-bom bunuh diri yang terjadi pekan lalu dan menewaskan lebih dari 40 polisi paramiliter India. 

New Delhi menuduh Islamabad mendalangi serangan itu. Adapun Pakistan membantah keras.

Dalam konferensi pers bersama dengan MBS, PM Modi mengatakan ada kesepakatan dengan Riyadh untuk menekan semua negara yang mendukung terorisme. MBS sendiri tidak merujuk langsung ke serangan itu.

Hubungan New Delhi dan Riyadh tumbuh signifikan selama dua dekade terakhir dengan perdagangan bilateral mencapai US$28 miliar. Rumah bagi lebih dari 2,7 juta ekspatriat India, Arab Saudi merupakan mitra dagangan terbesar keempat Negeri Hindustan.

India adalah prioritas investasi

Perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, memiliki rencana untuk mendirikan kilang besar di India. Namun, proyek tersebut tertunda karena masalah pembebasan lahan.

Amin Nasser, CEO Aramco, mengatakan pada Rabu bahwa India adalah prioritas investasi mereka.

Riyadh adalah sumber utama pasokan energi India, memasok 20% minyak mentahnya.

Dengan ancaman sanksi AS yang memperketat ekspor minyak Iran, Arab Saudi adalah salah satu negara yang dicari perusahaan minyak India untuk menutup sebagian besar kekurangan pasokan jika ekspor minyak Teheran mengering.

India, merupakan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia. Mereka memenuhi lebih dari 80% kebutuhan minyaknya melalui impor.

Di lain sisi, MBS saat ini tengah berjuang melawan krisis politik besar pasca-pembunuhan Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. Dia dituding bertanggung jawab atas kematian kritikus vokal kebijakannya tersebut.

"Pangeran Salman tahu bahwa reputasi Arab Saudi mendapat hantaman keras dan dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa negaranya terus memiliki teman dan berbisnis," terang analis Michael Kugelman.

Lebih lanjut Kugelman menyatakan bahwa investasi Arab Saudi di India adalah jumlah yang besar. "Mari kita perjelas bahwa jumlah yang besar itu tidak diberikan sebagai amal, melainkan kepentingan lebih lanjut ... MBS memberikan bantuan ini dengan syarat bahwa Pakistan dan India harus mendekat ke Arab Saudi dan menjauh dari Iran. Itu adalah pesan bagi New Delhi, yang memiliki hubungan energi yang dalam dan luas dengan Teheran." (Al Jazeera dan Reuters)

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Hellboy: Film superhero dengan banyak lubang

Sabtu, 20 Apr 2019 19:01 WIB
 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB