logo alinea.id logo alinea.id

Jasad Khashoggi diduga dibakar di kediaman Konsul Arab Saudi

Rincian baru dari pembunuhan Jamal Khashoggi dilaporkan lewat sebuah film dokumenter oleh Al Jazeera.

Valerie Dante
| Valerie Dante Senin, 04 Mar 2019 18:40 WIB
Jasad Khashoggi diduga dibakar di kediaman Konsul Arab Saudi

Sebuah investigasi yang dilakukan Al Jazeera mengungkapkan bahwa jasad jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, kemungkinan dibakar dalam tungku besar yang terdapat di rumah dinas konsul jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Rincian baru dari pembunuhan kolumnis The Washington Post itu dilaporkan lewat sebuah film dokumenter oleh Al Jazeera yang tayang pada Minggu (3/3).

Dalam laporan itu, pihak berwenang Turki disebut mulai memantau kemungkinan pembakaran di tungku luar ruangan itu setelah mengetahui bahwa sejumlah tas yang diyakini berisi jasad Khashoggi dikirim ke rumah dinas tersebut.

Tungku itu hanya berjarak beberapa ratus meter dari gedung Konsulat Arab Saudi, tempat Khashoggi dibunuh.

Al Jazeera mewawancarai pekerja yang membangun tungku dan menyatakan perapian tersebut dibangun sesuai dengan spesifikiasi yang diminta oleh Konsulat Arab Saudi. 

Oven tersebut harus memanjang ke dalam dan dapat tahan suhu di atas 1.000 derajat Celcius, suhu yang cukup panas untuk melelehkan logam.

Menurut pihak berwenang Turki, sejumlah kantong daging telah dibakar dalam tungku tersebut tidak lama setelah pembunuhan untuk menutupi jejak jasad Khashoggi.

Penyelidik Turki juga menemukan bercak darah Khashoggi di dinding kantor Konsulat Arab Saudi setelah menghapus cat timpaan yang digunakan tim pembunuh yang membantainya pada 2 Oktober 2018.

Sponsored

Film dokumenter itu bertumpu pada wawancara dengan pejabat keamanan, politikus, dan sejumlah teman Khashoggi di Turki.

Menurut film dokumenter tersebut, Kepala Intelijen Turki Hakan Fidan adalah pejabat pertama yang menghubungi pihak Arab Saudi.

Dalam sebuah percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atau yang lebih dikenal sebagai MBS, Fidan mendesak agar MBS mengungkap keberadaan Khashoggi.

Panggilan telepon itu berakhir dengan cepat ketika MBS menolak permintaannya karena merasa mendapatkan ancaman yang tidak dapat diterima.

Operasi berandal

Khashoggi, yang kerap mengkritik MBS, memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang diperlukan agar dapat menikahi tunangannya, Hatice Cengiz.

Riyadh awalnya bersikeras Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat mereka hidup-hidup, tetapi akhirnya pernyataan itu diubah dan mereka mengakui bahwa jurnalis itu tewas dalam sebuah operasi berandal yang berisikan orang-orang yang melebihi otoritas dan melampaui perintah pemerintah Arab Saudi.

Laporan CIA menyatakan MBS kemungkinan memerintahkan pembunuhan Khashoggi, tuduhan tersebut telah disangkal oleh Arab Saudi.

Sebelas tersangka telah didakwa atas pembunuhan Khashoggi di Arab Saudi. Pihak berwenang Riyadh bersikeras akan menangani kasus ini dan menolak untuk mengekstradisi para terdakwa ke Turki.

Utusan khusus PBB Agnes Callamard yang memimpin penyelidikan internasional atas pembunuhan Khashoggi menyebut peristiwa ini sebagai pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh pejabat pemerintahan Arab Saudi.

Investigasi internasional dimulai pada akhir Januari 2019 dan sebuah laporan resmi atas penyelidikan yang berlangsung diperkirakan akan dirilis pada Juni 2019.

Sumber : Al Jazeera