Jembatan runtuh menewaskan 135 orang, 10 orang didakwa pembunuhan
Grup Oreva tidak menanggapi permintaan email yang meminta komentar.

Polisi di India Jumat (27/1) mendakwa 10 orang dengan tuduhan pembunuhan sehubungan dengan runtuhnya jembatan penyeberangan era kolonial tahun lalu yang menewaskan sedikitnya 135 orang.
Insiden 30 November 2022 itu terjadi ketika jembatan gantung berusia 145 tahun di kota Morbi itu penuh sesak dengan turis. Akibatnya, ratusan orang terjatuh ke sungai Machchhu di bawahnya. Padahal, jembatan itu baru dibuka kembali setelah perbaikan hanya beberapa hari sebelumnya.
Sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak yang tenggelam.
Polisi di negara bagian Gujarat barat telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk bos perusahaan yang mengelola jembatan tersebut dan pada hari Jumat menetapkan dia sebagai tersangka utama dalam surat dakwaan yang diajukan di pengadilan Morbi.
Jaysukh Patel, direktur pelaksana Grup Oreva, yang terkenal karena membuat jam dan produk listrik, melarikan diri. Pencekalan pun dikeluarkan minggu lalu untuk mencegahnya meninggalkan negara itu, kata polisi.
Grup Oreva tidak menanggapi permintaan email yang meminta komentar. Ponsel Patel dimatikan dan pesan teks yang dikirimkan kepadanya tidak dapat terkirim.
Selain Patel, lebih dari 1.200 halaman lembar tuntutan menyebutkan dua manajer Grup Oreva, dua juru tulis tiket, tiga penjaga keamanan dan dua orang dari perusahaan yang dikontrak oleh Oreva untuk memperbaiki jembatan sebelum dibuka kembali untuk umum, saat itu.

Derita jelata, tercekik harga pangan yang naik
Senin, 21 Feb 2022 17:25 WIB
Menutup lubang “tikus-tikus” korupsi infrastruktur kepala daerah
Minggu, 13 Feb 2022 15:06 WIB
Segudang persoalan di balik "ugal-ugalan" RUU IKN
Minggu, 23 Jan 2022 17:07 WIB
Rentetan bom waktu gagal bayar asuransi
Sabtu, 01 Apr 2023 17:29 WIB
El Nino dan ancaman 'badai' karhutla 2023
Jumat, 31 Mar 2023 15:03 WIB