sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kampus elite di India diserang, 30 orang terluka

Insiden penyerangan terjadi di Jawaharlal Nehru University (JNU) di New Delhi, India, pada Minggu (6/1).

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 06 Jan 2020 15:30 WIB
Kampus elite di India diserang, 30 orang terluka

Sejumlah siswa dan pengajar di Jawaharlal Nehru University (JNU) di New Delhi, India, dilaporkan diserang oleh anggota kelompok sayap kanan pada Minggu (6/1).

Saksi mata mengatakan bahwa kekerasan terjadi setelah pertemuan publik yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar JNU sehubungan dengan kenaikan biaya asrama yang diumumkan beberapa minggu lalu.

Serikat Mahasiswa JNU, yang dipimpin oleh kelompok sayap kiri, mengatakan bahwa presiden organisasi itu, Aishe Ghosh, dan sejumlah mahasiswa lainnya terluka akibat aksi pelemparan batu dan serangan oleh anggota kelompok masyarakat sayap kanan Akhil Bharatiya Vidyarthi Parishad (ABVP).

Namun ABVP yang terkait dengan partai nasionalis Hindu yang berkuasa, Bharatiya Janata (BJP), menuduh bahwa para anggotanya lebih dulu diserang oleh kelompok-kelompok mahasiswa sayap kiri.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok penyerang berpenutup wajah berkeliaran di JNU dengan membawa pentung.

"Mereka (penyerang) tidak bertanya soal apa pun, tetapi memukuli semua orang dan mengejar kami. Para mahasiswa dipaksa untuk mengunci pintu-pintu, sementara mahasiswi diminta untuk mematikan lampu agar dapat mudah melarikan diri," ujar seorang mahasiswi yang enggan menyebutkan namanya.

Media lokal melaporkan bahwa 20 hingga 30 orang terluka.

Sponsored

Seorang pejabat di All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) mengatakan bahwa sebagian besar korban menjalani perawatan atas luka robek, sayat, dan memar.

Perwira senior polisi Anand Mohan menuturkan bahwa polisi memasuki lingkungan universitas atas permintaan pihak kampus dan kini situasi terkendali. 

Sitaram Yechury, sekretaris jenderal Partai Komunis India, menyebut serangan itu kolusi antara oknum di JNU dan preman dari kelompok yang terkait BJP.

BJP yang berkuasa dinilai berusaha menjauhkan diri dari insiden penyerangan tersebut.

"Ini adalah upaya putus asa oleh pasukan yang anarki, yang bertekad untuk menggunakan mahasiswa sebagai umpan, (untuk) menciptakan keresahan demi menopang jejak politik mereka yang mulai tenggelam. Universitas harus tetap menjadi tempat menuntut ilmu," twit BJP.

Yogendra Yadav, seorang aktivis dan alumni JNU, bergegas ke kampus setelah laporan serangan itu. Namun, dia tidak diizinkan masuk.

"Selama beberapa tahun terakhir, telah terjadi serangan intelektual terhadap JNU yang merupakan salah satu universitas terkemuka di India," kata Yadav kepada Al Jazeera. "Apa yang kita lihat hari ini mungkin adalah puncak dari apa yang telah terjadi selama beberapa tahun terakhir. Sebelumnya ada penghancuran intelektual JNU, sekarang kita sedang melihat perusakan fisik JNU."

Sejumlah alumni JNU pernah mengisi berbagai jabatan penting, termasuk Menteri Luar Negeri Subrahmanyam Jaishankar, Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman dan peraih Nobel ekonomi Abhijit Banerjee.

Kehadiran keamanan meningkat di seluruh kampus menyusul permintaan Menteri Dalam Negeri Amit Shah. Dia juga mendesak polisi Delhi untuk menyelidiki penyerangan tersebut. (Al Jazeera)

Berita Lainnya