sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Karyawan wanita di Jepang dilarang pakai kacamata?

Tidak jelas apakah larangan ini diterapkan secara ajek.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 08 Nov 2019 19:07 WIB
Karyawan wanita di Jepang dilarang pakai kacamata?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 135123
Dirawat 39290
Meninggal 6021
Sembuh 89618

Sejumlah perusahaan di Jepang dilaporkan melarang karyawan perempuan mereka mengenakan kacamata. Media lokal menyebut ada sejumlah alasan yang mendasari larangan tersebut.

Perempuan yang berprofesi sebagai penjaga toko dilarang mengenakan kacamata karena dianggap memberi kesan tidak ramah. Mereka yang bekerja di maskapai penerbangan tidak diizinkan memakai kacamata karena alasan keamanan. Sedangkan kaum hawa yang bekerja di sektor kecantikan tidak boleh memakai kacamata karena dikhawatirkan tidak dapat melihat riasan wajah dengan jelas.

Tidak jelas apakah larangan tersebut didasarkan pada kebijakan perusahaan masing-masing atau mencerminkan norma sosial yang diterima di tempat kerja tersebut.

Persoalan itu telah memicu diskusi panas di media sosial Jepang tentang praktik berpakaian wanita di tempat kerja.

Tagar "larangan kacamata" menjadi populer di Jepang dan topiknya terus menjadi bahan perbincangan di Twitter hingga Jumat (8/11).

Kumiko Nemoto, profesor sosiologi di Kyoto University of Foreign Studies, mengatakan masyarakat Jepang bereaksi terhadap kebijakan yang dianggap kuno itu.

"Alasan mengapa wanita tidak seharusnya memakai kacamata ... Benar-benar tidak masuk akal. Ini semua tentang gender. Ini cukup diskriminatif," kata dia.

Dia menyebut, larangan tersebut mencerminkan pemikiran Jepang yang tradisional dan kuno.

Sponsored

"Ini bukan tentang bagaimana wanita melakukan pekerjaan mereka. Perusahaan menilai penampilan wanita harus feminin dan menganggap seseorang yang memakai kacamata tidak feminin," tutur Nemoto.

Persoalan larangan kacamata serupa dengan kontroversi tata cara berpakaian wanita di tempat kerja lainnya mengenai sepatu hak tinggi.

Aktor dan penulis, Yumi Ishikawa, meluncurkan petisi yang menyerukan Jepang untuk mengakhiri kode berpakaian di tempat kerja. Gerakan ini menarik dukungan kuat dari para pengguna media sosial.

Para pendukung mentwit petisi itu dengan tagar #KuToo, meniru gerakan #MeToo yang melawan pelecehan seksual. Tagar itu menggunakan kata-kata Jepang untuk sepatu yakni "kutsu".

Sejumlah orang marah setelah seorang menteri Jepang mengatakan perusahaan wajib meminta wanita mengenakan sepatu hak tinggi di tempat kerja.

Nemoto mengatakan hingga kini persoalan sepatu hak tinggi itu masih menjadi bahan perdebatan perempuan di Jepang.

"Wanita dievaluasi sebagian besar dari penampilan mereka," katanya. "Setidaknya itu pesan yang diperlihatkan oleh kebijakan-kebijakan ini."

Sumber : BBC

Berita Lainnya