sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Lagi, bintang K-pop mundur karena skandal seks

Sebelum Jung Joon-young, anggota Big Bang, Seungri, juga memilih mundur dari industri hiburan karena terjerat skandal seks.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 13 Mar 2019 20:16 WIB
Lagi, bintang K-pop mundur karena skandal seks

Bintang K-pop Jung Joon-young, yang memulai debutnya lewat film Love Forecast pada 2015, mengumumkan mundur dari industri hiburan Korea Selatan setelah terlibat dalam skandal seks.

Jung Joon-young mengaku pernah secara diam-diam merekam video dirinya sedang berhubungan seks dengan sejumlah perempuan dan membagikan rekaman itu ke grup obrolan dengan rekan-rekannya pada 2015-2016.

"Saya mengakui segala kejahatan saya," tutur Jung Joon-young lewat sebuah pernyataan.

Kini, pria berusia 30 tahun itu berjanji untuk menghentikan segala kegiatannya di industri televisi dan musik.

Jung Joon-young disebut merekam kegiatan seksnya dengan setidaknya 10 wanita. Dia akan diperiksa oleh Kepolisian Metropolitan Seoul pada Kamis (14/3).

"Saya merekam sejumlah perempuan tanpa persetujuan mereka dan membagikan rekaman video itu di grup obrolan dengan teman-teman yang lain, saya tidak merasa bersalah ketika saya melakukannya," tuturnya dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (12/3) malam waktu setempat.

Kasusnya menyeruak setelah stasiun televisi Korea Selatan SBS memberitakan tuduhan terhadap Jung Joon-young. Dia pun meminta maaf kepada para penggemar yang dia kecewakan, juga kepada para perempuan yang telah dia langgar privasinya.

"Sepanjang sisa hidup saya, saya akan bertobat dari tindakan tidak etis dan ilegal yang saya lakukan," ungkapnya. "Saya akan dengan setia bekerja sama mengikuti penyelidikan polisi yang akan dimulai pada Kamis dan siap menerima hukuman apa pun yang akan dijatuhkan."

Sponsored

Ini bukan pertama kalinya Jung Joon-young dituduh melakukan kejahatan serupa. Pada 2016, seorang mantan pacar menudingnya diam-diam merekam hubungan seksual merek. Tetapi, akhirnya wanita itu menarik tuduhannya.

Saat itu Jung Joon-young membantah tudingan mantan kekasihnya, menegaskan bahwa dia telah mendapat persetujuan untuk merekam hubungan intim mereka.

Skandal seks Seungri "Big Bang"

Kasus Jung Joon-young tersingkap ketika polisi sedang menyelidiki bintang K-pop lainnya, Seungri, yang diduga merupakan salah satu anggota grup obrolan Jung Joon-young.

Pria bernama asli Lee Seung-hyun itu ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Maret 2019 terkait tuduhan menyediakan layanan prostitusi kepada kolega bisnisnya dan melanggar UU tentang Hukuman Pengaturan Seks Komersial.

Polisi dikabarkan menemukan video mesum Jung Joon-young saat sedang menilik kasus Seungri.

Seungri yang merupakan salah satu anggota grup K-pop, Big Bang, juga dituduh telah membagikan rekaman dan foto-foto dari kegiatan prostitusi tersebut yang diambil secara diam-diam atau ilegal ke dalam grup obrolan bersama rekan-rekannya.

Pada Senin (11/3) Seungri memutuskan untuk pensiun dari industri hiburan dan berjanji untuk bekerja sama dengan polisi dalam proses penyelidikannya.

"Saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk pensiun dari dunia hiburan," tutur penyanyi berusia 28 tahun itu di Instagram.

Bintang K-pop itu meminta maaf kepada para penggemarnya dan mengatakan dia telah dicap sebagai "pengkhianat bangsa".

Saham agensinya, YG Entertainment, merosot 15,6% pada Senin. Penurunan itu merupakan yang terendah sejak November 2018.

Pada Februari, Seungri membantah menyediakan pekerja seks ketika media mengatakan dirinya terlibat dalam skandal gratifikasi seksual.

Dalam sebuah pernyataan setelah pemberitaan itu beredar, YG Entertainment pun membantah tudingan yang dilayangkan kepada artisnya itu.

Seungri memulai debut resminya di Big Bang pada Agustus 2006 bersama empat anggota grup lainnya yakni G-Dragon, T.O.P, Taeyang, dan Daesung.

Skandal itu terjadi menjelang waktu wajib militer yang harus dijalani oleh seluruh pria Korea Selatan yang berbadan sehat.

Keempat anggota Big Bang lainnya kini sedang menjalani masa wajib militer masing-masing. Pada Jumat (8/3), agensi mengatakan penyanyi itu akan bergabung dengan angkatan darat pada Maret untuk memenuhi tugas wajib militernya.

Selama bertahun-tahun, Seungri berhasil mempertahankan citra baik di dunia hiburan Korea Selatan.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, sebuah skandal yang menggerogoti klub malam Burning Sun di Seoul, telah mencemari reputasinya. Pasalnya, Seungri merupakan salah satu orang yang duduk di dewan pemimpin klub malam tersebut.

Menurut Kepolisian Metropolitan Seoul, Burning Sun menghadapi tuduhan suap, kekerasan terhadap pelanggan, menyediakan layanan prostitusi untuk tamu penting, pemerkosaan, serta perdagangan dan penggunaan narkoba.

Banyak wanita membuka suara dan mengklaim telah diserang atau dibius dalam klub tersebut. Selama dua bulan, pihak berwenang telah menyelidiki klaim-klaim itu.

Pada Februari, Burning Sun mengunggah pernyataan di media sosial yang mengatakan pihaknya aktif bekerja sama dengan polisi. Mereka juga berjanji ke depannya akan menerapkan langkah-langkah untuk melindungi pelanggan, termasuk mempekerjakan petugas keamanan wanita, dan memasang kamera pengintai.

Namun, sejak saat itu Burning Sun dikabarkan memilih untuk mengakhiri masa sewa mereka dan menutup usaha.

Menurut sejumlah pemberitaan, Seungri dikabarkan meminta maaf di atas panggung saat konser pada 14 Februari, serta membatalkan acara di Osaka dan Jakarta pada bulan ini.

"Saya benar-benar berterima kasih kepada semua penggemar saya di Korea Selatan dan di seluruh dunia karena telah mencintai saya selama 10 tahun terakhir," tulis Seungri di media sosial. "Saya merasa harus mengakhiri karier saya di sini, demi reputasi YG Entertainment dan Big Bang."

Rentetan skandal

Bintang K-pop diharapkan memenuhi standar perilaku yang tinggi yang ditetapkan oleh manajemen maupun penggemar mereka.

Label mereka membatasi hal-hal seperti hubungan percintaan, apa yang mereka pakai, hingga bagaimana mereka harus berlaku di hadapan publik.

Big Bang telah berada di garis depan industri K-pop sejak 2006 dan merupakan grup Korea Selatan pertama yang memenangkan Best Worldwide Act di ajang MTV Europe Music Awards pada 2011.

"Setiap kali bintang K-pop berada di depan umum, mereka menjadi produk yang dikonsumsi dan dipandang sebagai perwakilan negara dan cerminan perilaku ideal," tutur CedarBough Saeji, ahli budaya dan masyarakat Korea di University of British Columbia.

Pakar Korea di University of Chicago, Jenna Gibson, mengatakan bahwa jika tuduhan terhadap Seungri dan Burning Sun terbukti benar, tingkat skandal itu akan menjadi yang terbesar di industri K-pop.

Korea Selatan memberlakukan hukum narkoba yang sangat ketat dan penggunaan narkoba pun relatif jarang. Di negara yang berpenduduk lebih dari 51 juta orang itu, hanya sekitar 7.800 penangkapan yang dilakukan pada 2017.

Selebritas yang tertangkap hanya memiliki sejumlah kecil mariyuana sehingga dapat ditangguhkan oleh label atau dipaksa untuk meminta maaf kepada publik.

"Skandal yang melibatkan minuman beralkohol, narkoba, atau bahkan berpacaran, tidak hanya disoroti oleh berita hiburan tetapi juga menjadi topik hangat di berita keuangan," jelas Bernie Cho, salah seorang eksekutif di industri musik Korea Selatan.

Banyak label musik Korea Selatan "bermain" di bursa saham karenanya berita yang sensasional dapat berdampak serius.

Seringkali setelah skandal, label dan artis akan membatalkan acara dan menunda rilis album atau lagu sampai kekacauan mereda.

Gibson meramalkan, Seungri mungkin akan memilih untuk memulai dinas wajib militernya lebih awal agar dapat melarikan diri dari sorotan publik.

Kesenjangan gender

Tuduhan baru seputar skandal Burning Sun telah beredar di pers Korea Selatan hampir setiap hari. Menurut Saeji, hal itu disebabkan karena ketertarikan publik sedang berfokus pada perlakuan terhadap perempuan di Korea Selatan.

Korea Selatan telah memerangi epidemi spy cam porn dalam beberapa tahun terakhir. Isu itu timbul karena banyaknya kamera tersembunyi yang ditempatkan di toilet dan ruang ganti wanita, lalu video diunggah secara online tanpa sepengetahuan korban. Tercatat 6.000 kasus kejahatan spy cam dilaporkan pada 2017.

Pada 2018, puluhan ribu wanita turun ke jalan-jalan di Seoul untuk memprotes persoalan tersebut dengan slogan "My Life is Not Your Porn".

Gerakan perempuan juga semakin aktif mengincar kesenjangan gender dan ketimpangan upah di negara itu. Bahkan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menggambarkan kondisi kesenjangan itu sebagai sesuatu yang memalukan dan berjanji akan memperbaikinya.

Kesenjangan itu sangat terasa di dunia politik. Menurut Bank Dunia, perempuan hanya memegang 17% kursi di Parlemen Korea Selatan.

Sama seperti kasus kamera mata-mata, skandal Burning Sun, khususnya tuduhan mengenai pemerkosaan dan kekerasan seksual, telah menggambarkan lingkungan yang semakin tidak aman bagi kaum perempuan.

"Banyak perempuan Korea Selatan memiliki pengalaman yang malang atau menakutkan di klub malam, dan beberapa pria juga sadar dan marah pada perilaku ilegal semacam itu," lanjut Saeji.

Kehadiran Seungri di dewan pimpinan, yang dianggap seharusnya menjadi teladan bagi pria muda Korea Selatan, hanya meningkatkan amarah atas skandal yang menimpa klubnya itu. (BBC, CNN, dan Reuters)