sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Israel cabut larangan, umat Kristen Gaza bisa kunjungi Yerusalem

Gaza memiliki sekitar 1.000 umat Kristen, yang sebagian besar menganut Ortodoks Yunani.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 23 Des 2019 19:03 WIB
Israel cabut larangan, umat Kristen Gaza bisa kunjungi Yerusalem

Umat Kristen di Jalur Gaza akan diizinkan mengunjungi sejumlah kota suci seperti Bethlehem dan Yerusalem pada saat Natal. Demikian diumumkan pihak berwenang Israel pada Minggu (22/12), mengubah kebijakannya.

Israel membatasi dengan ketat pergerakan keluar dari Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai kelompok Hamas, yang dicap teroris oleh Barat.

Kantor penghubung militer Israel pada 12 Desember mengumumkan bahwa sesuai dengan perintah keamanan, umat Kristen Gaza akan diizinkan untuk bepergian ke luar negeri, tetapi tidak ada yang diizinkan untuk pergi ke Israel atau Tepi Barat yang diduduki.

Namun pada hari Minggu, kantor penghubung yang dikenal sebagai COGAT menyatakan di Twitter bahwa direktur mereka telah memperluas fasilitas perjalanan bagi umat Kristen Gaza saat libur Natal.

"Izin masuk untuk Yerussalem dan Tepi Barat akan dikeluarkan sesuai dengan penilaian keamanan dan tanpa memandang usia," sebut COGAT.

Gaza memiliki sekitar 1.000 umat Kristen, di antara populasinya yang mencapai dua juta. Sebagian besar mereka adalah penganut Ortodoks Yunani.

Tahun lalu, Israel memberikan izin bagi hampir dari 700 orang Kristen Gaza untuk bepergian ke Yerusalem, Bethlehem, Nazareth dan kota-kota suci lainnya yang menarik ribuan peziarah setiap musim libur.

Para pemimpin Kristen di Yerusalem telah mengutuk larangan berkunjung tersebut dan mengatakan mereka akan mendesak otoritas Israel untuk mencabutnya. (Middle East Monitor)

Sponsored
Berita Lainnya