sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Malaysia setujui penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca

Persetujuan ini datang selang beberapa hari setelah pemerintah Malaysia meluncurkan program vaksinasi Covid-19 secara nasional.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 03 Mar 2021 11:03 WIB
Malaysia setujui penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac dan AstraZeneca

Malaysia pada Selasa (2/3) memberikan persetujuan bersyarat untuk penggunaan vaksin Covid-19 yang dibuat perusahaan Inggris, AstraZeneca, dan China, Sinovac. 

Persetujuan ini datang selang beberapa hari setelah pemerintah meluncurkan program vaksinasi Covid-19 secara nasional.

Malaysia memulai kampanye vaksinasi pada 24 Februari menggunakan suntikan yang dikembangkan produsen obat asal Amerika Serikat (AS), Pfizer, dan mitra asal Jerman, BioNTech.

Kampanye vaksinasi nasional merupakan upaya pemerintah mengendalikan lonjakan infeksi dan membantu menghidupkan kembali ekonomi yang mencatat kemerosotan terburuk dalam lebih dari dua dekade pada 2020.

Persetujuan bersyarat berarti Malaysia akan menggunakan vaksin yang dikembangkan AstraZeneca dan Sinovac, tetapi kedua perusahaan akan diminta memberikan data tambahan tentang pengiriman bergulir untuk memastikan efektivitas dan keamanan vaksin masing-masing.

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, otoritas kesehatan juga tengah mengevaluasi vaksin Covid-19 yang diproduksi Gamaleya Research Institute Rusia.

Sinovac menandatangani kesepakatan dengan Pharmaniaga Malaysia, yang akan melakukan proses distribusi vaksin di negara tersebut, sebelum memproduksinya secara lokal.

Malaysia bertujuan memvaksinasi setidaknya 80% dari populasi sekitar 32 juta pada Februari 2022.

Sponsored

Bulan lalu, pemerintah mengatakan telah mengamankan 66,7 juta dosis vaksin Covid-19, cukup untuk menutupi lebih dari populasinya. (Channel News Asia)

Berita Lainnya