sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Memanas, Inggris larang Dubes China datangi parlemen

China nilai langkah Parlemen Inggris tercela dan pengecut.

Zulfikar Hardiansyah
Zulfikar Hardiansyah Rabu, 15 Sep 2021 09:47 WIB
Memanas, Inggris larang Dubes China datangi parlemen

Hubungan Inggris dengan China kembali memanas. Duta Besar China untuk Inggris, Zheng Zeguang dilarang mendatangi Parlemen Inggris untuk menghadiri pertemuan dengan APPCG (All Party Parliamentary China Group). Larangan ini dilayangkan setelah pengenaan sanksi terhadap beberapa anggota Parlemen Inggris oleh China.

Melansir Sky (14/9), Ketua Majelis Rendah atau House of Commons, Lindsay Hoyle, bersama Ketua Majelis Tinggi atau House of Lords, Lord McFall mengatakan jika pertemuan tersebut tidak pantas dilakukan Zhen Zeguang saat tujuh anggota Parlemen Inggris masih dikenakan sanksi oleh China.

"Saya rasa tidak pantas bagi Duta Besar China untuk melakukan pertemuan di wilayah House of Commons dan di tempat kerja kami, ketika negaranya telah memberlakukan sanksi terhadap beberapa anggota kami," kata Lindsay.

Lindsay menambahkan, jika sanksi China pada beberapa anggota Parlemen Inggris dicabut, tentu pertemuan kali ini tidak akan menjadi masalah. "Saya tidak mengatakan pertemuan itu tidak bisa dilanjutkan, saya hanya mengatakan itu tidak bisa terjadi di sini sementara sanksi itu tetap berlaku," ungkap Lindsay.

Seorang juru bicara Lord McFall juga menegaskan, ketua dari masing-masing majelis telah bersepakat jika pertemuan khusus APPCG dengan Zhen Zeguang harus dilakukan di tempat lain, dengan mempertimbangkan sanksi yang dijatuhkan terhadap anggota parlemen oleh China.

Sementara itu, Duncan Smith (mantan Ketua Partai Konservatif), Baroness Kennedy dari Partai Buruh, dan anggota parlemen seperti Tory Tim Loughton dan Nusrat Ghani, juga mengatakan, penerimaan pertemuan tersebut merupakan bentuk penghinaan.

Mereka semua mendukung pencabutan sanksi yang dijatuhkan Beijing pada anggota Parlemen Inggris sebagai bentuk kebebasan bicara. Tetapi Richard Graham, anggota parlemen yang juga menjadi ketua APPCG menyatakan penyesalan atas perkembangan kebijakan pelarangan pertemuan tersebut.

"Saya menyesalkan acara yang sudah lama direncanakan ini sekarang telah ditunda, karena cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah dengan pembahasan langsung," katanya.

Sponsored

Meski menyayangkan, tapi ia berpendapat bakal membuat pengaturan pertemuan baru karena kebijakan pelarangan pertemuan tersebut merupakan hak prerogatif dari ketua parlemen.

Di sisi lain, pihak Kedutaan China untuk Inggris mengatakan, langkah yang diambil Parlemen Inggris merupakan hal yang tercela dan pengecut. Mereka menilai jika kebijakan pelarangan pertemuan itu akan merugikan kepentingan Inggris sendiri.

China memang telah memberlakukan sanksi terhadap tujuh anggota parlemen pada Maret lalu. Semua anggota tersebut disinyalir ikut mencampuri urusan Beijing terkait perlakuannya pada warga Uighur di Xinjiang.

Pemberian sanksi itu dilakukan sebagai langkah balasan tak lama setelah Inggris, AS, Kanada, dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada pejabat China yang dianggap bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Berita Lainnya