logo alinea.id logo alinea.id

Menlu Bangladesh: 8000 warga Rohingya akan segera kembali ke Myanmar

India akan turut membantu Myanmar membangun rumah bagi warga Rohingya.

Soraya Novika
Soraya Novika Senin, 22 Okt 2018 11:38 WIB
Menlu Bangladesh: 8000 warga Rohingya akan segera kembali ke Myanmar

Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali menyampaikan bahwa kelompok pertama dari 8000 pengungsi Rohingya akan dapat segera kembali ke desa asal mereka masing-masing di negara bagian Rakhine, Myanmar. 

Menurutnya, pemimpin de facto sekaligus Menteri Luar Negeri Myanmar Aung San Suu Kyi bersama dengan tim pemerintahannya akan berkunjung ke Dhaka, Bangladesh, untuk melakukan pertemuan kelompok kerja guna membicarakan lebih lanjut terkait kesepakatan pemulangan pengungsi Rohingya tersebut.

Menlu Ali mengatakan bahwa Myanmar telah menyiapkan daftar 8000 warga Rohingya sesuai dengan desa asal mereka.

"Sekarang, upaya selanjutnya adalah membangun perumahan di desa-desa itu di Myanmar, sehingga para pengungsi dapat tinggal di sana begitu mereka kembali," ujar Menlu Ali dalam sebuah konferensi pers pada Senin (15/10).

Menlu Ali menambahkan bahwa India akan turut membantu Myanmar membangun rumah bagi warga Rohingya. Pihaknya juga telah mengimbau China untuk memberi kontribusi serupa terutama untuk daerah Maungdaw di Rakhine, tempat sebagian besar pengungsi Rohingya terdaftar berasal dari sana.

Dalam KTT ke-12 Asia-Eropa (12th ASEM), terutama dalam sesi pleno kedua berjudul 'Memperkuat sistem multilateralisme: memajukan kemitraan ASEM pada tantangan global' di Brussels, Belgia pada Jumat (19/10), Menlu Ali menyuarakan kemajuan atas proses perdamaian dari krisis Rohingya tersebut.

Dia pun menyatakan rasa terima kasihnya kepada masyarakat internasional atas dukungan yang terus menerus diberikan kepada Bangladesh dalam mendorong penyelesaian krisis rumit ini.
 
KTT ke-12 Asia-Eropa sendiri diselenggarakan pada 18-19 Oktober dengan tema 'Mitra Global untuk Tantangan Global'. Dalam KTT itu diputuskan bahwa Kamboja akan menjadi tuan rumah KTT Asia-Eropa berikutnya pada 2020.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan secara resmi telah menyerahkan daftar 8.032 orang dari 1.673 keluarga pengungsi Rohingya kepada Myanmar khususnya kepada Letnan Jenderal Myanmar Kyaw Swe pada Februari 2018 setelah pertemuan di Dhaka.

Sponsored

"Pihak Myanmar telah menerima daftar tersebut, mereka telah merencanakan tiga tahap proses pemulangan yaitu membawa mereka kembali ke negara bagian Rakhine, memastikan penghidupan layak, dan kemudian berjanji akan memberi kewarganegaraan," ujar Mendagri Asaduzzaman dilansir dari kantor berita Anadolu, Senin.

Arus pengungsian masyarakat Rohingya memuncak sejak operasi militer yang dilancarkan oleh tentara Myanmar pada 25 Agustus 2017. Langkah tersebut memaksa lebih dari 700.000 etnis minoritas ini menyeberangi perbatasan dan berlindung di kamp-kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh.

Dengan tingginya gelombang pengungsi ini, jumlah masyarakat Rohingya yang tinggal di Bangladesh mencapai hingga satu juta jiwa lebih.

Masyarakat internasional telah menekan Myanmar untuk menyiapkan kondisi yang memungkinkan bagi pengembalian pengungsi Rohingya serta dapat memberi mereka kewarganergaraan dan hak-hak dasar lainnya. (The Daily Star dan BDNews24)