sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemimpin Hong Kong: Ini hanyalah langkah awal

Ada empat poin yang menurut Carrie Lam menjadi langkah awal untuk membantu memulihkan ketertiban Hong Kong.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 06 Sep 2019 18:28 WIB
Pemimpin Hong Kong: Ini hanyalah langkah awal

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam pada Jumat (6/9) mengatakan, kebijakan yang diumumkan beberapa hari lalu untuk membantu memulihkan ketertiban di kota itu baru merupakan langkah awal.

Ratusan pengunjuk rasa pada Jumat berkumpul pada Jumat sore, dengan kerumunan orang diperkirakan akan membengkak hingga malam, bersiap kembali melancarkan demonstrasi pada akhir pekan. Aksi bertujuan untuk menganggu jaringan transportasi ke bandara.

"Empat kebijakan itu bertujuan untuk membuat satu langkah maju dalam membantu Hong Kong keluar dari dilema," ujar Lam kepada wartawan dalam kunjungannya ke Guangxi, China. "Kita tidak bisa menghentikan kekerasan dengan tiba-tiba."

Keempat kebijakan yang diumumkan pada Rabu (4/9) antara lain penarikan sepenuhnya RUU ekstradisi yang akan memungkinkan para tersangka diadili di China daratan, penyelidikan terhadap kepolisian atas penanganan demonstrasi, dialog dengan berbagai elemen masyarakat dan melibatkan para tokoh masyarakat, profesional serta akademisi untuk secara independen membahas dan meninjau isu-isu publik dan memberikan saran untuk menemukan solusi.

Lam, yang disokong Beijing, mengatakan dia tidak setuju dengan laporan lembaga pemeringkat Fitch yang menyebut terjadi penurunan kepercayaan terhadap kota yang dipimpinnya. Lam juga menolak tuntutan lain dari para demonstran seperti mencabut dakwaan terhadap pemrotes yang ditahan, yang disebutnya melakukan pelanggaran hukum. 

Demonstrasi telah mencengkeram Hong Kong selama tiga bulan, tidak jarang aksi diwarnai bentrokan dengan polisi.

Di China, Kanselir Jerman Angela Merkel yang tengah melawat menekankan bahwa solusi damai diperlukan dalam menangani krisis politik Hong Kong.

"Saya tekankan bahwa hak dan kebebasan bagi warga negara harus diberikan," kata Merkel. "Dalam situasi saat ini kekerasan harus dicegah. Hanya dialog yang membantu. Ada isyarat bahwa Kepala Eksekutif Hong Kong akan berdialog. Saya berharap itu akan terwujud dan para demonstran memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kerangka hak-hak warga negara."

Sponsored

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama PM China Li Keqiang menuturkan, "Pemerintah China menjaga dengan teguh 'Satu Negara, Dua Sistem' dan rakyat Hong Kong memerintah kota itu sendiri."

"Beijing mendukung pemerintah kota untuk mengakhiri kekerasan dan kekacauan sesuai dengan hukum, untuk kembali pada ketertiban, menjaga kemakmuran dan stabilitas jangka panjang Hong Kong," ujar PM Li.

Di Amerika Serikat, krisis Hong Kong akan menjadi prioritas utama Senat setelah reses pekan depan. Pernyataan pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, tersebut menyusul keprihatinan serupa yang disampaikan oleh pemimpin Republik di Senat.

"Sangat penting bagi kami untuk merespons kebijakan Partai Komunis China terhadap rakyat Hong Kong di saat mereka menggunakan haknya atas kebebasan berekspresi dan dasar demokrasi lainnya," tutur Schumer. "Kita harus mengambil tindakan untuk menunjukkan kepada Presiden Xi Jinping bahwa Senat AS bahu membahu dengan rakyat Hong Kong." (Reuters dan Global Times)