logo alinea.id logo alinea.id

Penembakan di masjid di Norwegia, satu orang terluka

Pelaku penembakan adalah seorang pria berkewarganegaraan Norwegia yang berusia sekitar 20-an.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 11 Agst 2019 08:46 WIB
Penembakan di masjid di Norwegia, satu orang terluka

Seorang pria ditangkap di Norwegia setelah penembakan di sebuah masjid pada Sabtu (10/8) waktu setempat. Satu orang terluka dalam peristiwa itu. 

Menurut polisi, tersangka melepas tembakan ke Al-Noor Islamic Centre, di pinggiran ibu kota Oslo.

Sementara itu, di rumah tersangka, polisi menemukan seorang wanita dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

"Tersangka berusia sekitar 20 tahun, seorang warga negara Norwegia," ungkap asisten kepala polisi Rune Skjold, menambahkan bahwa pria itu juga dicurigai membunuh seorang kerabatnya.

"Kami menganggap kematian ini mencurigakan ... Orang yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa itu terkait dengan orang yang ditangkap hari ini," imbuhnya.

Polisi menuturkan bahwa tersangka bertindak sendiri saat menyerang masjid.

Direktur Al-Noor Islamic Centre menjelaskan bahwa korban luka adalah seorang jamaah berusia 75 tahun.

"Salah satu anggota kami ditembak oleh seorang pria kulit putih," tutur Irfan Mushtaq kepada surat kabar lokal Budstikka.

Sponsored

Kepada saluran TV2, Mushtaq mengatakan, pelaku membawa dua senapan dan satu pistol. Tersangka mendobrak pintu kaca dan langsung melepas tembakan.

"Tersangka yang mengenakan pelindung tubuh berhasil dilumpuhkan oleh sejumlah orang sebelum polisi tiba di tempat kejadian," ungkap Mushtaq.

Sumber polisi mengatakan kepada penyiar publik NRK bahwa beberapa senjata ditemukan di dalam masjid, yang terletak di kota Baerum, pascapenembakan.

Masjid sebelumnya telah menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan setelah seorang pria bersenjata menewaskan 51 orang di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada awal tahun ini.

Perdana Menteri Erna Solberg mengungkap simpatinya atas peristiwa ini.

"Seharusnya aman untuk pergi ke masjid, gereja atau tempat-tempat ibadah lainnya," ujar PM Solberg, menambahkan bahwa terlalu dini untuk berspekulasi mengenai motif pelaku.

Norwegia merupakan tempat terjadinya salah satu serangan terburuk yang dilakukan oleh pendukung sayap kanan Anders Behring Breivik, di mana dia menewaskan 77 orang pada Juli 2011 setelah meledakkan bom mobil dan melakukan penembakan massal. Breivik mengklaim dirinya termotivasi oleh kebenciannya terhadap multikulturalisme.